Rangga Serap Aspirasi Warga Desa Banggae Takalar

  • Whatsapp
Rangga Serap Aspirasi Warga Desa Banggae Takalar

TAKALAR, UPEKS.co.id — Sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat pelaksanaan Reses Masa Sidang II Tahun 2021/2022 Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung mulai tanggal 4-11 Februari 2022.

Fahruddin Rangga salah satu anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Golkar mengawali pelaksanaannya di Daerah Pemilihan Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar pada Sabtu (05/02/2022) dengan tetap mengikuti protap protokol kesehatan masa pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Rangga begitu sapaannya lebih jauh menyampaikan bahwa pelaksanaan reses kali ini masih tetap mengikuti standar protokol kesehatan sebagai protap masa pandemi dan standar protokol kesehatan ini tetap mewajibkan setiap peserta atau undangan yang hadir menggunakan masker.

Tim pendamping menyiapkan hand sanitizer dan mengatur jarak tempat duduk minimal satu meter serta memeriksa suhu badan setiap peserta menggunakan termogan atau pengukur suhu badan.

“Masyarakat perlu pahami secara bersama bahwa Reses ini merupakan wadah untuk menyerap aspirasi dan mendengar secara langsung masukan serta informasi masyarakat yang telah memberi amanah dan tanggungjawab kepada kami selaku wakil rakyat di DPRD Sulsel sehingga sangat penting untuk ikut hadir dalam pelaksanaannya,” katanya

Rangga menjelaskan bahwa informasi pandangan dan harapan yang tersalurkan dari masyarakat dapat terwadahi melalui kegiatan reses ini, karena inilah tempat dan kesempatan untuk disampaikan.

“Sampaikan kehuhanta dan apa yang menjadi keresahan masyarakat yang ada di sini karena apa yang akan di sampaikan akan di bangun dan akan masuk dalam tahap paripurna untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam reses Dg. Leo menyampaikan harapannya terkait kebutuhan masyarakat tani diantaranya permintaan pembuatan jalan tani, ketersediaan pupuk dan bibit agar disalurkan tepat waktu saat mulai musim tanam.

“Kami juga memiliki kendala kesulitan air disaat musim kemarau serta perlunya normalisasi saluran irigasi yang ada di daerah kami untuk meningkatkan hasil panen,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Rangga dengan tegas langsung menyikapi harapan masyarakat satu persatu bahwa semua informasi dan masukan yang disampaikan akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD berikutnya.

Sehingga semua masukan dan informasi yang berkembang di dalam dialog reses ini masih sangat didominasi kebutuhan dan usulan masyarakat, seperti sarana dan prasarana pertanian baik berupa alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, bibit unggul dan jalan tani serta kebutuhan pertanian dan pembangunan infrastruktur yang ada di desa diantaranya saluran irigasi tersier, jalan lingkungan, saluran drainase dan jalan setapak.

Pada penghujung reses peserta kembali mengingatkan dan sangat berharap percepatan penyaluran bantuan pupuk dan bibit agar dapat digunakan tepat waktu masa penanaman benih karena pengalaman yang terjadi selama ini saat masa tanam tiba justru kelangkaan pupuk terjadi.

Ranggapun menegaskan bahwa aspirasi yang masyarakat sampaikan hari ini akan di jadikan salah satu usulan kegiatan prioritas dalam pra pembahasaan dan pembahasan tahun selanjutnya.(*)