Pemda Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Jelang Musim Tanam

  • Whatsapp
Pemda Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Jelang Musim Tanam

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, membentuk tim untuk melakukan pemberantasan mafia pupuk. Hal itu dilakukan untuk mengungkap adanya dugaan mafia pupuk yang terjadi saat jelang musim tanam.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Idil mengatakan, pembetukan tim pemberantasan mafia pupuk dilakukan berdasarkan perintah Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin.

Bacaan Lainnya

“Jaksa Agung ST Burhanuddin memerintahkan jajarannya untuk melakukan operasi terkait pemberantasan mafia pupuk. Untuk itu, kami dari Kejati membentuk tim untuk menjalankan perintah pimpinan itu, ” kata Idil.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel saat ini memastikan stok pupuk bersubsidi aman menjelang musim tanam. Adapun musim tanam di wilayah Sulsel diperkirakan pada April 2022.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sulsel Muh Firda, menyampaikan regulasi terkait pupuk bersubsidi merupakan kewenangan pusat yakni Kementerian Pertanian. Meski demikian, ia menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman menjelang musim tanam.

Ia menekankan, persoalan pupuk subsidi sudah diatur mengenai kuota dan harganya. Setiap tahun, Kementerian Pertanian mendistribusikannya ke daerah sesuai alokasi dan telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET).

“Untuk distribusinya langsung dari PT Pupuk Indonesia. Jadi, Pemprov hanya mengawasi dan memantau. Apalagi, kan ada juga aplikasinya yang setiap tahun diinput langsung oleh kelompok tani,” tutur dia.

Berdasarkan data alokasi pupuk subsidi tahun 2022 di Sulsel, yakni 349.478 ton dengan rincianUrea sebanyak 335.643 ton, SP-36 sebanyak 20.689 ton, ZA sebanyak 24.548, NPK Phonska sebanyak 160.908 ton, NPK Formula Khusus sebanyak 2.466 ton, Organik granul 27.781 ton.

Sementara itu, stok pupuk bersubsidi di Sulsel per 17 Februari 2022 sebanyak 123.954 ton, dengan rincian Urea sebanyak 58.302 ton, NPK sebanyak 31.192 ton, SP-36 sebanyak 3.830 ton, ZA sebanyak 28.905 ton, Organik sebanyak 1.725 ton.(Jay)