Ketua IDI Sarankan Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dikarantina di Sikim

  • Whatsapp
Ketua IDI Sarankan Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Dikarantina di Sikim

KOLAKA,UPEKS.co.id— Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kolaka dr.Hakim Nur Mampa menyarankan kepada Satgas Covid-19 Kolaka, agar masyarakat yang terkonfirmasi positif sebaiknya diisolasi ditempat yang telah disediakan oleh Pemda Kolaka yaitu di Sikim.

“Selama ini Sikim sudah dijadikan tempat karantina bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya kepada media ini melalui selularnya pada(22/2/22). 

Bacaan Lainnya

Dilakukannya karantina di Sikim bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 bisa memastikan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Tetapi bilamana melakukan isolasi mandiri di rumah, dirinya tidak yakin dengan berbagai pertimbangan apakah rumah tersebut memenuhi syarat sebagai tempat untuk melakukan isolasi.

Dikatakannya bahwa tingginya penomena kasus bagi ibu hamil/melahirkan terkonfirmasi positif.

“Saya memperoleh info terakhir ada 7 ibu-ibu dan semuanya belum pernah divaksin terkonfirmasi positif,” kata Hakim.

Dikatakannya perlunya dilakukan kerjasama lintas sektor untuk mengedukasi masyarakat yang terkonfirnasi positi agar diisolasi di Sikim.

“Jika memang kondisional tetap berkeras tidak mau masuk Sikim maka harus dipastikan pasien tersebut memenuhi syarat klinis dan rumah yang ditempati memenuhi syarat sebagai tempat isoman,” kata Hakim.

Selain itu kata Hakim terkait pengawasan harus diperketat agar yabg sedang isolasi baik secara klinis maupun kepatuhan isoman dapat dipastikan pasien mengikuti dengan baik.

“Pihak Dinas Kesehatan dan Puskesmas harus ada rutin melakukan kontrol kepada mereka (isoman),” ujar Hakim mantan Karyawan Antam Pomalaa.

 

Bagi warga yang dilakukan Swab PCR positif dengan tanpa gejala atau gejala ringan mungkin bisa melakukan isoman di rumah masing-masing dengan ketentuan harus memenuhi syarat secara medis, seperti kamar harus terpisah hanya ditempati oleh pasien. Memiliki kamar mandi tersendiri terpisah dengan kamar mandi keluarga lainnya. Dan dapat mengakses pulse oksimeter.

“Kalau syarat-syarat itu terpenuhi maka silahkan lakukan isoman di rumah, tetapi dalam pengawasan ketat petugas kesehatan dan aparar,” ungkap Hakim juga politisi partai PAN. (pil)