Seluruh Badannya Melepuh, Bocah 15 Tahun Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

  • Whatsapp
Seluruh Badannya Melepuh, Bocah 15 Tahun Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

MAROS,UPEKS.co.id– Nur Qholis, salah seorang siswa Ponpes Raudaturrasyidin DDI Cambalagi Maros, harus melewati hari-harinya dengan kondisi memprihatinkan. Qholis menderita penyakit kulit yang membuat seluruh badannya melepuh.

Hampir setahun lamanya, bocah berusia 15 tahun itu menderita penyakit tersebut. Tetangga sekitar menyebut Qholis awalnya hanya gatal-gatal biasa di bagian tangan. Namun tidak dihiraukan, lantaran mengira hanya alergi biasa.

Bacaan Lainnya

Hingga akhirnya, penyakit itu perlahan mulai menyebar. Kedua tangan Qholis bahkan terpaksa diikat, untuk mencegah penyakitnya semakin parah karena terus ia garuk.

Saat ini, warga Polewali Dusun Parasangan Beru, Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros itu, sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar.

Tetapi siswa yang tercatat duduk di kelas IX tersebut, masih butuh uluran tangan para dermawan untuk biaya pengobatan. Selain tak mampu, Qholis juga tidak terdaftar dalam program jaminan kesehatan.

Qholis diketahui hidup sebatang kara sejak kedua orangtuanya berpisah. Ibunda meninggalkannya saat Qholis masih berusia 11 bulan. Sedangkan ayah Qholis juga tidak diketahui berdomisili dimana.

Sejak saat itu, Qholis diasuh oleh kerabat jauh. Mirisnya, kerabat Qholis itu juga berasal dari keluarga tidak mampu.

“Sejak kecil, itu anak dirawat sama kerabatnya yang juga tidak mampu,” kata Hj Sami, tetangga Qholis, Jumat (14/1/2022).

Menurutnya, untuk biaya perawatan Qholis selama di rumah sakit, diharapkan adanya bantuan dari orang yang mau menyisihkan sedikit rezekinya, melalui aksi donasi.

“Dia itu kasian, kalau libur sekolah biasanya ke kota bekerja sebagai juru parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sekarang untuk biaya di rumah sakit sulit. Waktu dibawa ke rumah sakit saja, tetangga disini yang inisiatif dengan swadaya. Termasuk ongkos pete-pete dan biaya swab di rumah sakit juga swadaya,” terangnya.

Di sisi lain, Qholis di mata gurunya, adalah anak yang pintar dan rajin.

“Dia itu anaknya sopan, pintar dan rajin. Mohon doa dan bantuannya. Semoga Qholis cepat sembuh dan kembali belajar bersama teman-temannya,” kata Ibu Eni, salah satu guru tempat Qholis sekolah. (eky)