Politisi Harus Kaya Ide, Gagasan, Jaringan dan Punya Mimpi Besar

  • Whatsapp
Politisi Harus Kaya Ide, Gagasan, Jaringan dan Punya Mimpi Besar

TAKALAR,UPEKS.co.id— Dewan Pimpinan Wilayah Gelora Sulsel gelar Rapat koordinasi Wilayah (Rakorwil) 7. Kegiatan berlangsung selama dua hari (2-3/1/21) di tempat wisata Pantai Topejawa Kecamatan Mangarabombang Takalar.

Rakorwil ke 7 dihadiri oleh 24 kabupaten –  kota DPD  di Sulsel, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPW Gelora Sulsel H Syamsari Kitta sekaligus Bupati Takalar, Minggu (2/1/22).

Bacaan Lainnya

Budi Prasetya Rakorwil ke-7 lanjutan dari rakor seblumnya dengan agenda untuk memperkuat dan membangun komunikasi politik sesama kader untuk menghadapi perhelatan Pilkada dan pemilu tahun 2024 akan datang.

“Selain itu kita bangun komunikasi politik kita akan perkuat kelompok partai secara massif dan terstruktur untuk siap menghadapi kontes politik dan kita memiliki konsep politik terintegrasi secara mapan sehingga tidak cela,” ujarnya.

lanjut Budi Prasetyo dua tahun terkahir ini partai Gelora mengalami peningkatan sangat trend positif dan masyarakat sangat apresiatif terhadap eksistensi partai Gelora Indoenesia.

Rakorwil ke-7 tidak berpihak pada satu titik tapi kita akan road show se-Sulsel untuk melakukan. kegiatan yang sama kegiatan ini berlangsung selama dua hari (Minggu dan Senin,2-3/1/22)

Ketua DPW Gelora Sulsel, H Syamsari Kitta mengatakan bahwa, kegiatan rakorwil insya Allah kita akan dilakukan secara bergilir dengan tujuan agar semua daerah bisa kita tahu potensi daerahnya masing-masing.

Partai Gelora memang baru terbentuk, Namun tingkat kepengurusan sudah massif dan terstruktur mulai dari Tingkat pusat hingga ke daerah Papua.

“Sehingga partai gelora Indonesia siap untuk berkompetisi pada Pilkada dan pemilu tahun 2024 akan datang,” terang Bupati Takalar yang saat sebagai ketua DPW Partai Gelora.

Termasuk wilayah pulau Jawa kepengurusan Partai gelora sudah lengkap yang memiliki wajib pilih terbesar di Indonesia dan itu semua kita konsolidasikan dan Alhamdulillah masyarakat sudah menangkapnya dengan 100 juta suara berdomisili di pulau Jawa.

 

“Lebih jauh dijelaskan bahwa wilayah Papua induk partai gelora diterima oleh warga masyarakatnya, dalam kepengurusan tersebut ada tokoh sentral jadi pengurus partai Gelora,” ujar Mantan legislator Sulsel ini.

Jadi partai lama dan partai baru itu semua  sama karena masing-masing melakukan verifikasi faktual dilakukan oleh KPU. itu artinya sama kembali dari nol saat dilakukan verifikasi.

“Partai gelora sudah memberikan support politik terhadap calon bupati yang diusungnya namun belum bisa berbuat banyak sebab belum memilki kursi di legislatif,” pungkasnya.

Dijelaskan partai lama dan besar. partai baru itu sama hanya yang jadi Pemda saat ini adalah peroleh kursi di legislatif, tapi secara ke Partaian, Gelora setiap  mendukung bakal calon Bupati dihelatan momen pilkada selalu menang dan terpilih untuk jadi bupati.

“Kita hanya kalah oleh partai besar sebab mereka punya kursi sementara partai baru hanya memiliki meja, untuk itu kader partai gelora minimal kita tunjukkan gaya sebagai kompetitor politik siap bertarung dan jangan pesimistis,” ungkapnya dengan kelakar.

Mantan legislator Sulsel menandaskan sebagai seorang petarung politik saat kita menjajal kemampuan politk kita harus punya mimpi besar untuk menang sehingga kita punya target untuk meraih apa yang ada didalam pikiran.

“Jadi siapa kader memiliki nyali untuk bertarung pada setiap pilkada di gelar maju saja,jangan berpikir materi atau uang.tapi memang sudah saatnya kita harus terbaik diantara mereka,sebab

politik bukan ditentukan berapa banyak namun siapa paling bertahan lama  diarea membawa banyak perubahan.

Politk itu arena pertarungan, panjang dan lama dan harus memiliki kesabaran,jika  kala hari ini kita harus terima konsekwensi politik.Syansari mencotohkan Lima kali aku maju Pilkada  kami baru bisa jadi pemenangnya.dan itu kemenangan terunda bukan tidak ditakdirkan  hal yang sama calon bupati baru lolos”ujarnya.

Lanjut H Syamsari Kitta bahw takdir kalah menang itu sudah terdapat dalam Alquran silih berganti,tidak ada orang di takdirkan menang terus.

“Dalam pertarungan pilkada dan kita mampu memenangkan pertarungan tanpa sumber daya itu adalah kemenangan luar biasa tapi kalau kita menang dengan menggunakan  akan sumber daya untuk meraih puncak itu biasa biasa saja.”terangnya

Lanjut dikatakan politik ini penuh gelombang manusia perlu kekuatan kemampuan untuk mengarungi samudara dengan keyakinan dan kepercayaan diri,yang kuat,untuk membesarkan partai Gelora Indoenesia dalam setiap perhelatan politik.

“Seorang politisi itu harus kaya ide ,gagasan dan jaringan dan bukan uang,kalau kaya uang  jadi pengusaha atau pegawai Bank,” tegasnya. (Jahar)