Pedagang Mengeluh, Kadis Perindag Komitmen Benahi Penataan Pasar Lakessi

  • Whatsapp
Pedagang Mengeluh, Kadis Perindag Komitmen Benahi Penataan Pasar Lakessi

PAREPARE,UPEKS.co.idPenataan Pasar Lakessi untuk menghilangkan kesan kumuh dinilai belum maksimal setelah dilakukan revitalisasi beberapa bagian. Hal tersebut terbukti setelah banyaknya sejumlah pedagang yang mengeluh.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare, Prasetyo Catur, saat melakukan kunjungan di Pasar Lakessi, menemukan sejumlah pedagang masih membuka lapak di luar tempat telah disediakan, Rabu (9/1/2022).

Bacaan Lainnya

“Sesuai komitmen, saya akan selalu memantau dan terus menata pasar-pasar yang baru untuk tetap dimasuki oleh para pedagang yang masih berada di trotoar atau yang masih berada di luar. Ini tugas yang berat tapi Insya Allah semua dengan pelan-pelan pendekatan persuasif, kita akan benahi pasar ini,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris Satpol PP ini membeberkan, jika dirinya mendapat banyak keluhan dari pedagang saat melakukan pemantauan di Pasar Lakessi pagi tadi bersama pihaknya.

“Banyak sekali keluhannya pedagang, seperti sarana dan prasarana tidak bagus, kurangnya pembeli kalau di dalam (Pasar Baru). Ini lah menjadi tugas kami untuk menarik masuk para pedagang yang ada di luar. Beri kami waktu untuk itu, karena itu hal yang tidak mudah menjadi tanggungjawab kami melakukan pembenahan,” ujar Frans.

Prasetyo mengatakan, sejumlah keluhan yang ia terima dari pedagang telah disampaikan kepada kepala pasar.

“Saya sudah menyampaikan kepada kepala pasar, bahwa rekan-rekan, teman-teman pedagang ini tidak tempatnya, kita carikan tempat untuk kita tata. Untuk mempermudah kami menghitung potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari pasar,” ujarnya.

“Sekarang banyak pedagang yang berkeliaran, kami tidak bisa menghitung dia sebagai potensi, tapi kalau kita mulai menata dengan bagus, berapa los yang ada di dalam, berapa (pedagang) yang ada di luar,” sambungnya.

Seorang pedagang kepada UPEKS.co.id mengaku, jika dia terpaksa harus berjualan di area luar pasar dengan alasan kurangnya pembeli jika di dalam bangunan pasar baru.

“Jangankan pembeli, penjual saja tidak mau masuk. Tidak ada (pembeli) kalau disini. Lewat ji orang, tapi nakira mungkin barang mahal. Di luar ka pak, bagaimana disini tidak ada pembeli di ambil. Kalau di luar, kemarin ada mo Rp 300 ribu (pembeli),” akuhnya.

Sebelumnya, seperti yang beredar di sejumlah media, Kepala UPTD Pasar Dinas Perdagangan Parepare, Rahim Sadda, mengatakan untuk sejalan dengan program Dinas Perdagangan yang terus melakukan penataan pasar, pengelola terus memaksimalkan pembenahan dan pembangunan, khususnya di Pasar Lakessi. Namun sampai saat ini belum ada solusi diberikan. (Andi Ukki)