Keterbatasan Anggaran tak Pengaruhi Kinerja Kejari Makassar

  • Whatsapp
Keterbatasan Anggaran tak Pengaruhi Kinerja Kejari Makassar

MAKASSAR,UPEKS.co.id Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Andi Sundari merilis kinerja akhir tahun 2021 dan proyeksi tahun 2022, di Aula kantor Sementara Kejari Makassar, Selasa (4/1/22) sore kemarin.

Andi Sundari dalam rilis kinerjanya mengakui tahun 2021 lalu, ditengah anggaran yang terbatas dan adanya pemotongan anggaran, kinerja Kejaksaan Negeri Makassar tidak terganggu. Bahkan dikerjakan melebihi target.

Bacaan Lainnya

“Ukuran keberhasilan melampaui target adalah bagaimana alokasi anggaran untuk 10 target yang ada di POK itu hingga berakhirnya tahun 2021, kegiatan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Makassar justru melebihi target, ” ucap Andi Sundari.

Andi Sundari mengatakan, Bidang Intelijen sendiri ditargetkan satu lidik Pengamanan dan Penggalangan (Pamgal). Namun dari realisasi Intelijen Kejari Makassar berhasil melakukan 8 lidik Pamgal.

Dimana kata Andi Sundari, 4 diantaranya dihentikan dan selebihnya akan dilimpahkan ke bidang lain untuk dilakukan penyelidikan lanjutan.

Tidak hanya itu, untuk kegiatan seperti Jaksa Masuk Sekolah ditargetkan 1 kegiatan namun dilaksanakan 3 kali kegiatan, begitu juga dengan Jaksa menyapa yang bekerja sama dengan RRI ditargetkan 2 kegiatan namun sudah dilakukan 3 kali.

Selanjutnya, pada Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Makassar mendapatkan alokasi anggaran untuk 1200 perkara pra penuntutan, 1200 penuntutan dan 1200 eksekusi.

“Nah pada Pidum ini kami justru melebihi target, dimana pratut kami ada 2323 perkara dan 1800 perkara ke penuntutan walaupun memang dari eksekusi baru 805 perkara, “ujarnya.

Namun begitu, capaian Pidum juga bisa dilihat dari penanganan acara pemeriksaan cepat yaitu tilang. Dimana kata Dia, Pidum berhasil memberikan pemasukan ke kas negara dari penanganan 5023 perkara. Selain itu Pidum juga melakukan 3 upaya restoratif justice.

Kemudian untuk Pidana Khusus, ditargetkan 1 penyelidikan dan 1 penyidikan namun menurut Kajari Makassar Andi Sundari, Pidsus melampaui target yakni 7 penyidikan meski dengan anggaran yang minim yakni Rp100 juta.

Sementara untuk penuntutan dengan anggaran Rp88 juta untuk dua penuntutan, Pidsus Kejari Makassar merealisasikan 12 penuntutan.

“Jadi dengan anggaran yang minim dan ditengah Pandemi yang mengharuskan refocusing anggaran. Pidsus melebihi target, ” beber Andi Sundari.

Sementara untuk bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Andi Sundari mengaku sejumlah kegiatan juga dilakukan diluar target dan berhasil melakukan penyelamatan aset dengan total Rp129 miliar.

Selain itu pendampingan hukum untuk penyitaan fasum-fasos pemerintah Kota Makassar juga telah diserahkan senilai Rp514 miliar.

“Saya pikir melihat realisasi kegiatan yang melampaui target setiap bidang di tahun 2021, tentu saja kita optimis capaian kinerja tahun 2022 lebih baik, meskipun harapan kami ada tambahan anggaran untuk membantu kinerja tahun ini,” tutupnya. (Jay)