JPU Siap Ungkap Pihak Banggar di Persidangan

  • Whatsapp
JPU Siap Ungkap Pihak Banggar di Persidangan

MAKASSAR,UPEKS.co.id Setelah menerima pelimpahan Tahap 2 atau penyerahan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua dari penyidik Polda Sulsel, kasus tersebut kini menjadi kewenangan JPU Kejati Sulsel.

Jaksa Penuntut Umum atau JPU, siap membongkar siapa saja yang terlibat pada dugaan korupsi proyek yang merugikan negara Rp 22 miliar lebih tersebut. Termasuk pihak Badan Anggaran (Banggar)  yang menyetujui pelaksana proyek tersebut.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Penuntutan (Kasi Tut) Pidsus Kejati Sulsel, Adnan Hamzah dikonfirmasi usai menerima pelimpahan Tahap 2 kasus tersebut mengatakan saat ini merupakan tanggungjawab terhadap penyelesaian perkara itu dari penyidik Polda Sulsel ke JPU Kejati dan Kejari Makassar.

Lebih jauh Adnan menerangkan, peranan pihak-pihak lain baik Banggar ataupun pihak tertentu, tentu nanti menjadi kewajiban penuntut umum untuk menggali seperti apa faktanya dipersidangan.

“Kemudian kita akan lihat sejauh mana perbuatan yang disangkakan, ” kata mantan Kasi Pidum Kejari Bone ini saat ditemui di Mapolda Sulsel usai menerima penyerahan barang bukti dan 13 tersangka dugaan Korupsi RS Batua.

Adnan menyebut, kalau pun ada keterlibatan pihak lain, tentu nanti berkaitan dengan tindak lanjut pengembangan penyidikannya, karena penyidikannya berasal dari penyidik Polda, maka akan dikoordinasikan dengan penyidik. 

Kalaupun tidak ada kewenangan-kewenangan yang dimiliki oleh baik JPU ataupun penyidik ataukah melalui fakta sidang, nanti akan dilihat perkembangannya.

“Intinya kami dari tim JPU siap membongkar siapa saja yang terlibat pada proyek tersebut, ” tegas Adnan didampingi Kasi Pidsus Kejari Makassar, Syamsuresky.

Ada 13 tersangka dugaan korupsi proyek yang merugikan negara Rp 22 miliar lebih dan dilanjutkan penahannya oleh JPU Kejati Sulsel, masing-masing berinisial AR, ,SN, MA, FM, HS, MW, AS, MK, AIHS, AEHS, DR, ATR dan RP. 

Para tersangka itu sebelumnya resmi ditahan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulsel, pada Kamis 30 Desember 2021 lalu dan di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) dan Barang Bukti Polda Sulsel.

Diketahui, proyek pembangunan gedung RS Batua itu senilai Rp25,5 miliar, yang berada di Jl Abd Dg Sirua, Kota Makassar ini, dikerjakan oleh pihak rekanan dari PT Sultana Nugraha.

Dalam kasus ini kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebesar Rp22 miliar.

Rencananya proyek pembangunan Puskesmas Batua tersebut, akan dijadikan Rumah Sakit tipe C berlantai 5. Namun faktanya hingga kini proyek konstruksi Rumah Sakit tersebut, tak juga kunjung rampung dikerjakan. (Jay)