JPU Lanjutkan Penahanan 13 Tersangka Dugaan Korupsi Rp22 Miliar

  • Whatsapp
JPU Lanjutkan Penahanan 13 Tersangka Dugaan Korupsi Rp22 Miliar

MAKASSAR,UPEKS.co.id– Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, melimpahkan Tahap 2 kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua, Rabu (12/1/22).

Pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel, diterima langsung oleh Kepala Seksi Penuntutan (Kasi Tut) Bidang Pidana Khusus Kejati Sulsel, Adnan Hamzah didampingi Kasi Pidsus Kejari Makassar, Syamsuresky.

Bacaan Lainnya

13 tersangka dugaan korupsi proyek yang merugikan negara Rp 22 miliar lebih dan dilanjutkan penahannya oleh KPU Kejati Sulsel, masing-masing berinisial AR, ,SN, MA, FM, HS, MW, AS, MK, AIHS, AEHS, DR, ATR dan RP. 

Para tersangka itu sebelumnya resmi ditahan oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sulsel, pada Kamis 30 Desember 2021 lalu dan di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) dan Barang Bukti Polda Sulsel.

Kepala Seksi Penuntutan (Kasi Tut) Pidsus Kejati Sulsel, Adnan Hamzah menyebut, setelah Tahap 2, saat ini merupakan tanggungjawab terhadap penyelesaian perkara itu dari penyidik Polda Sulsel ke JPU Kejati dan Kejari Makassar.

Selanjutnya untuk penyelesaian perkara merupakan kewenangan JPU dan pelimpahan tersebut terhadap 13 tersangka, tetap dilakukan penahan Rutan dan tetap di titip di Rutan Polda dengan berbagai pertimbangan.

“Kemudian sambil menunggu penetapan hakim, apakah bersangkutan tetap dilakukan penahanan atau tidak,” kata Adnan didampingi Kasi Pidsus Kejari Makassar, Syamsuresky.

Lebih jauh saat ditanyakan peranan pihak-pihak lain baik Banggar ataupun pihak tertentu, menurut Adnan tentu nanti menjadi kewajiban penuntut umum untuk menggali seperti apa faktanya dipersidangan dan kemudian akan dilihat sejauh mana perbuatan yang disangkakan. 

Kalau pun ada lanjut Adnan, tentu nanti berkaitan dengan tindak lanjut pengembangan penyidikannya, karena penyidikannya berasal dari penyidik Polda nanti akan dikoordinasikan dengan penyidik. 

Kalaupun tidak ada kewenangan-kewenangan yang dimiliki oleh baik JPU ataupun penyidik ataukah melalui fakta sidang, nanti akan dilihat perkembangannya.

“Saya kira teman-teman nanti bisa melihat dan mengikuti persidangan ini. Untuk penahanannya paling lama 20 hari, namun jika belum cukup akan diperpanjang dan nanti selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan,” jelas Adnan.(Jay)