Berkunjung ke Makassar, Indosat Ooredoo Hutchison Perkenalkan Manajemen Baru

  • Whatsapp
Berkunjung ke Makassar, Indosat Ooredoo Hutchison Perkenalkan Manajemen Baru

Makassar, Upeks.co.id–Manajemen Indosat Ooredoo Hutchison melakukan kunjungan pertamanya ke Makassar sebagai kota terbesar sekaligus pusat perdagangan, bisnis, dan industri di Kawasan Timur Indonesia. Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan ke depannya dalam memberikan pengalaman digital kelas dunia serta menghubungkan dan memberdayakan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, secara langsung memimpin kunjungan tersebut, bersama jajaran Direksi dan Chief lainnya, di kantor regional Indosat Ooredoo Hutchison untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa) di Makassar, Jumat (21/01).

Bacaan Lainnya

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan, Tanggal 4 Januari yang lalu merupakan hari istimewa yang menandai telah selesainya penggabungan usaha Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

 

“Makassar menjadi kota pertama yang kami kunjungi dalam menyambut babak baru ini, mengingat potensi ekonominya yang luar biasa dan posisi strategisnya sebagai pusat perekonomian Kawasan Timur Indonesia,” ungkapnya.

Melandainya COVID-19 telah mendorong pertumbuhan sektor-sektor strategis di Makassar, seperti industri pengolahan dan perdagangan, serta sektor informasi dan telekomunikasi akibat adaptasi kebiasaan baru yang membutuhkan koneksi internet yang andal.

Berdasarkan data BPS, sektor perdagangan dan reparasi merupakan sektor unggulan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Makassar yakni 19,62%, disusul sektor konstruksi sebesar 18,67%, sektor industri sebesar 17,9%, serta sektor informasi dan komunikasi sebesar 10,06%.

Makassar sebagai pusat perekonomian Kawasan Indonesia Timur, didukung oleh pertumbuhan sektor informasi dan komunikasi yang menjanjikan, mendorong fokus Indosat Ooredoo Hutchison untuk membangkitkan kembali sektor ekonomi strategis di kota tersebut, salah satunya melalui peluncuran layanan komersial 5G pada November tahun lalu. Sejumlah use case canggih ditampilkan dalam peluncuran tersebut yang bermanfaat bagi sejumlah sektor produktif, seperti sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata, dalam upayanya mendorong ketahanan ekonomi masyarakat di Makassar dan Kawasan Indonesia Timur.

“Dengan penggabungan usaha yang telah selesai, Indosat Ooredoo Hutchison kini memiliki skala, kekuatan finansial, dan keahlian yang lebih baik dalam mendukung realisasi Smart City dan Industry 4.0 di Kawasan Indonesia Timur memanfaatkan layanan komersial 5G yang telah hadir di Makassar. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi mendorong kebangkitan sektor perdagangan dan industri di Kawasan Timur Indonesia,” lanjut Vikram.

Pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan juga diyakini akan memberikan manfaat maksimal dalam proses pembelajaran. Atas dasar itu, maka Indosat Ooredoo Hutchison juga menginisiasi kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi di Bidang Teknologi Informasi. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan Universitas Hasanuddin akan mampu meningkatkan variasi pembelajaran yang berbasis pada teknologi informasi untuk menciptakan talenta digital lokal, sekaligus mendukung terselenggaranya Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Selain sektor ekonomi lokal dan talenta digital lokal, maka penggabungan usaha ini juga memberikan keuntungan bagi seluruh pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison, termasuk di Makassar, yang akan terus menerima layanan dan penawaran yang luar biasa tanpa kendala. Sebagai tanda terima kasih atas kesetiaan pelanggan, perusahaan menawarkan bebas menelpon sebulan bagi sesama pengguna Indosat Ooredoo Hutchison hingga 200 menit sehari, sejak 4 Januari 2022.

Setelah penggabungan usaha, Indosat Ooredoo Hutchison kini memiliki sekitar 15.000 BTS 4G di Kawasan Indonesia Timur yang memperkuat posisinya sebagai pemain telekomunikasi digital terdepan dalam mendukung agenda transformasi digital Pemerintah, sekaligus mendorong Indonesia menjadi kekuatan digital di Kawasan Asia Tenggara.(rilis)