BAZNAS Bone Tutup Tahun 2021 ke Dusun Batu Kere’e

  • Whatsapp
BAZNAS Bone Tutup Tahun 2021 ke Dusun Batu Kere'e

 

Watampone, Upeks.co.id–Wa’ Dullah, warga  Dusun Batu Kere’e, Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru, menjadi target pencarian BAZNAS Kab. Bone ketika mendapat informasi tentang kehidupannya yang cukup memprihatinkan.

Bacaan Lainnya

Menyusuri jalan berkelok-kelok dari kantor BAZNAS di Jl. Ahmad Yani Bone menuju lokasi ternyata lumayan membuat adrenalin menjadi lebih cepat.

Kami menyusuri jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu kendaraan saja hingga sampai ke titik tuju yang sebenarnya bukan jalan lagi melainkan kebun jagung milik warga yang berbaik hati membolehkan Wa’ Dullah tinggal di rumah yang dibuatkan oleh warga.

Berjalan kaki sekitar 50 meter, menyusuri kebun jagung yang masih baru tanam Jum’at (31/12/2021) WK 1 BAZNAS Kab. Bone Farida Hanafing, ST bersama WK 2 Dr. Hj. Hukmiah Husain, Lc., M.Ag, staf BAZNAS dan relawan memberanikan diri melewati anjing yang terus menggonggong di bawah rumah kecil tempat Wa’ Dullah tinggal. Beliau sebatang kara sepeninggal istri dan anaknya. Warga sekitar kampung rupanya yang berbaik hati mengunjungi memberi bahan makanan. Kebutuhan air diperoleh dari tadahan air hujan yang dibuatkan jalur dari bambu yang langsung masuk ke drum plastik besar.

Melihat kondisinya yang telah lumpuh, beliau memakai pakaian yang tidak dicuci. Beliau makan dengan apa yang ada saja. Nasi dengan _ce’la_ (garam) katanya.

Bantuan yang diberikan oleh BAZNAS berupa beras, sembako, telur, sarung, sajadah, Al Qur’an, roti dan sejumlah uang.

Kami yang datang mengunjungi meneruskan amanah dari orang yang telah menunaikan zakat, infak dan sedekahnya melalui BAZNAS justru mendapat pelajaran berharga dari Wa’ Dullah. Beliau begitu sabar, pasrah atas keadaannya. Beliau tidak menyalahkan siapapun atas nasib yang menimpanya. Tak sekalipun beliau mengeluarkan kalimat negatif tentang siapapun.

Terakhir, WK 2 BAZNAS Dr. Hj. Hukmiah mengingatkan agar tetap mendirikan shalat sebab itu wajib bagi umat Islam sesuai dengan kemampuannya. Setelah itu Wa’ Dullah dituntun belajar berwudhu dan sholat langsung sesuai kemampuan atau kondisinya yang sudah tidak bisa lagi berdiri. Ditutup dengan dituntun berdoa menggunakan bahasa Bugis memohon ampunan dan rahmat dari Allah.

Itulah hidup, tak ada siapapun yang mengetahui hidup kita selanjutnya. Mari tanam kebaikan, semoga dengan satu, dua kebaikan kecil yang kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah. Dan mari tunaikan zakat, infak serta sedekah melalui BAZNAS Kab. Bone. ZIS yang masuk ke BAZNAS untuk membantu kemanusiaan sampai di pelosok yang sulit dijankau.(rls)