Apresiasi Tenaga Kerja Lutra di Morowali, Andi Rahim: Mereka Pahlawan Ekonomi Bumi Lamaranginang

  • Whatsapp
Apresiasi Tenaga Kerja Lutra di Morowali, Andi Rahim: Mereka Pahlawan Ekonomi Bumi Lamaranginang

MASAMBA, UPEKS.co.id – Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Andi Abdullah Rahim, memberikan apresiasi kepada para tenaga kerja asal Bumi Lamaranginang di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulteng.

Jumlah mereka mencapai ribuan orang dan ternyata telah berkontribusi besar dalam perputaran ekonomi di Lutra. Andi Rahim mengaku telah berdiskusi dengan salah seorang tenaga kerja asal Lutra, Depi Ompo, yang juga Ketua Kerukunan Rongkong Tenaga Kerja Morowali.

Bacaan Lainnya

Dari Depi, ia mendapatkan informasi perihal besarnya kontribusi para tenaga kerja asal Lutra untuk membantu perputaran ekonomi daerah.

“Mereka ini patut mendapatkan apresiasi. Bisa dibilang mereka adalah pahlawan, bukan sebatas untuk keluarganya tapi juga untuk perputaran ekonomi Luwu Utara,” kata Andi Rahim yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lutra, Rabu (5/1/2022).

Dengan gaji yang bervariasi, para tenaga kerja di Morowali itu rata-rata secara rutin mengirim uang ke keluarganya di Lutra setiap bulan. Dengan jumlah mencapai ribuan, bila mengirim Rp1 juta saja per bulan, artinya dana yang masuk ke Lutra mencapai miliaran rupiah dan bila setahun menembus puluhan miliar rupiah.

“Ya, makanya saya menyebut mereka ini adalah pahlawan, bukan sebatas untuk keluarga tapi juga untuk seluruh masyarakat Luwu Utara. Mereka telah berkontribusi besar dalam perputaran ekonomi daerah, tatkala sedang berupaya bangkit dan pulih dari tragedi banjir bandang dan pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Rongkong Tenaga Kerja Morowali, Depi Ompo, menyampaikan jumlah tenaga kerja asal Lutra di Morowali cukup besar. Dari ke tahun, semakin banyak yang merantau ke sana untuk mendapatkan pekerjaan.

Depi menyebut gaji tenaga kerja di Morowali bervariasi, tapi paling minim berkisar Rp3-4 juta. Tidak sedikit yang berpenghasilan di atas nominal itu. Rata-rata pekerja diakuinya secara rutin untuk mengirim uang ke keluarga di Lutra dengan nominal yang tentunya bervariasi, bergantung penghasilan yang mereka dapatkan.

“Gaji tentunya berbeda-beda tapi semuanya rata-rata setiap bulan mengirim uang ke keluarga di kampung. Ada yang ke orang tua maupun ke istri dan anak-anak, nilainya pastinya berbeda-beda bergantung gaji atau penghasilan yang diperoleh setiap bulan,” ungkapnya.

Depi menyebut dengan jumlah yang mencapai ribuan orang, kontribusi tenaga kerja asal Lutra bisa mencapai puluhan miliar rupiah untuk perputaran ekonomi. Ia mengaku tentunya senang bisa membantu keluarga, apalagi jika yang dilakukannya ternyata ikut berkontribusi untuk perekonomian kampung halamannya. (mah)