Yusfina Jalani Operasi Caesar Tanpa Biaya Berkat Program JKN-KIS

  • Whatsapp
Yusfina Jalani Operasi Caesar Tanpa Biaya Berkat Program JKN-KIS

 

Bacaan Lainnya

Makale, upeks.co.id – Persalinan merupakan suatu proses yang paling dinanti terutama bagi ibu hamil. Sebagian besar masyarakat menjalani proses persalinan di fasilitas kesehatan. Besarnya biaya persalinan seringkali menjadi hal yang dikhawatirkan terlebih jika harus melalui operasi caesar. Tetapi kekhawatiran tersebut kini tak dirasakan oleh Yusfina Patulak (43), salah seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional- kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Berkat JKN-KIS kelahiran anak ketiga Yusfina dapat berjalan lancar tanpa memikirikan biaya. Ketika ditemui di ruang perawatan obgyn kelas II Rumah Sakit Fatima, Yusfina yang kala itu telah menjalani operasi caesar membagikan pengalamannya menggunakan manfaat JKN-KIS kepada tim Jamkesnews.

“Kelahiran anak ketiga saya ini juga dibantu oleh BPJS Kesehatan karena suami saya merupakan salah seorang pekerja yang didaftarkan oleh perusahaannya. Anak pertama dan kedua pun seperti itu. Jadi JKN-KIS ini benar-benar berperan di hidup saya. Bersyukurnya selama menggunakan saya tidak pernah disuruh membayar, pasti sudah banyak sekali biaya saya keluarkan seandainya tidak menjadi peserta apalagi harus operasi,” ujar Yusfina.

Yusfina juga menceritakan pengalamannya ketika anak keduanya harus menjalani opname di RS Sinar Kasih.

“Anak saya juga pernah menggunakan manfaatnya. Saat itu anak saya yang kedua demam dan kejang-kejang sehingga harus diopname. Syukurlah saat itu kami juga sudah menjadi peserta sehingga tidak ada yang perlu kami khawatirkan asalkan kita mengikuti prosedur dari rumah sakit. Dari dulu pelayanan yang saya dapatkan sudah baik dan memuaskan jadi tidak pernah ragu menggunakan manfaatnya,” tambahnya.

Ia terdaftar sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU-BU) dikarenakan suaminya merupakan salah seorang karyawan di salah satu perusahaan di Tana Toraja. Yusfina menambahkan ia sama sekali tak keberatan jika harus membayar iuran melalui pemotongan gaji karena ia sendiri telah merasakan manfaat besar dari Program JKN-KIS.

“Saya akan segera melaporkan kelahiran anak ketiga di perusahaan agar segera didaftarkan menjadi peserta JKN-KIS oleh BPJS Kesehatan. Hal itu kami lakukan agar semua dapat memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak menghambat jika membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.