Unhas dan Kementan RI Kerjasama Dalam Pengembangan dan Budidaya Kedelai di Pulau Sulawesi

  • Whatsapp
Unhas dan Kementan RI Kerjasama Dalam Pengembangan dan Budidaya Kedelai di Pulau Sulawesi

 

Makassar, Upeks.co.id–Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Direktorat Aneka Kacang dan Umbi (AKABI), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI melakukan Workshop dan Pertemuan Petani Kedelai Program Pendampingan Pengembangan Budidaya Kedelai. Kegiatan ini berlangsung pada 2 lokasi yakni di Kabupaten Bone (28-29/11/2021) dan di Kabupaten Wajo (30/11/2021).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan program pendampingan pengembangan budidaya kedelai yang telah berlangsung sejak bulan Agustus 2021 pada 19 Kabupaten di empat Provinsi yang ada di Pulau Sulawesi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini dihadiri oleh petani kedelai yang diwakili oleh kelompok tani, Koordinator BPP, penyuluh, kepala desa, ketua KTNA, dan para akademisi Fakultas Pertanian Unhas.
Pada lokasi pertama di Kabupaten Bone, workshop yang menggunakan metode hybrid (kombinasi luring dan daring) ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bone, Ir. H. Sunardi Nurdin, M.Si. Kemudian kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provnsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Sekdis Dinas TPHBUN, Ir. H. Suaib, M.P.

Adapun narasumber utama pada workshop ini adalah Koordinator Kelompok Substansi Kedelai, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Kementerian Pertanian RI, Mulyono, S.P, MM. yang hadir secara daring. Dan Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Sc.Agr. Ir. Baharuddin yang hadir secara luring.

Setelah workshop berakhir di Kabupaten Bone, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan pasca panen dan kunjungan lapang tepatnya di Kecamatan Cina, bahkan tim Fakultas Pertanian Unhas juga melakukan demonstrasi pembuatan susu kedelai yang diberikan oleh Dr. Adiansyah dan Andi Rahmayanti, STP, M.Si.

Kemudian pada hari ke-3 tim melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Wajo, tepatnya di Kecamatan Keera, Kelurahan Ballere. Pada hari ke-3 ini, tim Fakultas Pertanian Unhas juga melakukan kunjungan lapang ke lahan kedelai sekaligus memberi pelatihan kepada para anggota kelompok tani binaan program pengembangan dan budidaya kedelai.
Menurut Anwar Bakri selaku penyuluh pertanian Kecamatan Keera Kabupaten Wajo, masyarakat sekitar sudah terbiasa dan cukup berpengalaman dalam bercocok tanam kedelai.

“Petani kami bisa menghasilkan sekitar 3 ton per hektar pada tahun-tahun sebelumnya. Namun kondisi iklim yang tidak mendukung tahun ini menyebabkan hasil tanam kedelai tidak maksimal,” urai Anwar.

Menurut Prof. Dr. Ir. Baharuddin yang memberikan sambutan sekaligus memberi materi terkait Pengembangan dan Budidaya Kedelai bahwa Indonesia sebenarnya sangat berpotensi untuk mewujudkan swasembada pangan kedelai.

“Kedelai adalah salah satu sumber bahan pangan utama di Indonesia. Oleh karena itu kebutuhan akan kedelai di Indonesia cukup tinggi. Kunci utama pengembangan dan budi daya kedelai ada di faktor harga. Sebenarnya Indonesia sangat mungkin mewujudkan swasembada kedelai selama harga jual bisa dikendalikan,” tegas Guru Besar Pertanian tersebut.

Sementara itu, pihak pemerintah setempat, dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Kelurahan Ballere, Supriadi, S.Sos., MAP kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan hasil budidaya tanaman kedelai.

“Ada 11 kelompok tani yang mendapatkan bantuan kedelai dan semua sudah tersalur. Ada 149 hektar target yang harus ditanam namun baru sekitar 43 hektar yang tertanami. Kami berharap bisa menanam kedelai sampai bulan Desember. Dengan adanya mahasiswa Unhas sebagai pendamping di lapangan, para petani kami sangat terbantu khususnya dalam menghadapi iklim yang kurang mendukung tahun ini,” urai Supriadi.

Pada kunjungan lahan kedelai yang dilakukan di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo, tim Fakultas Pertanian juga memberi pengetahuan terkait pengembangan dan budidaya kedelai yang langsung dibawakan oleh para ahlinya. Adapun materi-materi pelatihan dibawakan oleh Prof. Dr. Sc.Agr. Ir. Baharuddin dengan materi “Pengembangan Kedelai dan Prospeknya di Sulawesi”, Dr. Ir. Amir Yassi dengan materi “Budidaya Kedelai”, Dr. Ir. Untung Surapati dengan materi “Hama dan Penyakit Kedelai”, Dr. Muhammad Hatta, S.P. dengan materi “Kelembagaan Petani Kedelai”, Dr. Suhardi, STP. Dengan materi “Paska Panen Kedelai” dan Dr.rer.nat. Zainal, STP. dengan materi “Pengolahan Kedelai”.

Ketua Panitia kegiatan, Asman, S.P, M.P. menyatakan bahwa kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kedelai dan peningkatan CPCL kedelai serta peningkatan luas tanam kedelai ini didukung oleh ahli-ahli dari Fakultas Pertanian

“Kita punya cita-cita untuk mewujudkan swasembada pangan kedelai yang dimulai dari Pulau Sulawesi. Jika warga di Kelurahan Ballere Kecamatan Keera bisa kembali menghasilkan 3 ton per hektar, maka saya kira swasembada kedelai bisa diwujudkan,” tegas Asman.(rls)