Toko Kelontong Paling Kebal Efek Corona

  • Whatsapp
Toko Kelontong Paling Kebal Efek Corona

Makassar, Upeks.co.id — Toko kelontong teryata paling tahan dan kebal terhadap efek pandemi Covid-19. Disaat semua sektor usaha tiarap, justeru toko kelontong mengalami peningkatan omzet. Serperti diceritakan Komunitas toko kelontong yang menamakan dirinya Sampoerna Retail Community (SRC) saat hadir di podcast upeks.co.id.

Wakil Ketua RSC Sulsel Abd. Rahman Sidiq dan Sekretaris SRC Sulsel Margiat berbagi kisah kesuksesannya sebagai pemilik toko kelontong yang cukup berhasil karena bergabung dalam SRC.

Bacaan Lainnya

Abd. Rahman menceritakan toko kelontong yang diwadahi oleh SRC langsung didampingi oleh pihak Sampoerna. Dengan desain toko yang tertata rapi dan bersih, toko kelontong yang SRC pun dapat bersaing dengan ritel modern.

Margiat pedagang toko kelontong yang belakangan bergabung di SRC merasakan dampak positifnya. Sampoerna membina dengan baik tokonya, sehingga saat ini sudah kelihatan bersih, rapi, dan terang.

Semua toko kelontong dalam komunitas SRC disulap dengan model seperti itu, karena hal tersebut menjadi standar toko Sampoerna. “Sampai kita diajari untuk mengelompokkan barang sesuai kelompoknya,” ujarnya.

Karena desain toko yang semakin maju, konsumen pun semakin hari semakin bertambah. Yang dulunya tetangga Margiat lebih senang belanja di minimarket moderen, kini mereka sudah “enjoy” berbelanja di toko Margiat.

“Alhamdulillah meningkatkan omset kita karena pelayanan kita semakin bagus, akhirnya  tetangga senang belanja. Yang bermobil saja senang singgah belanja di toko kita,” ujarnya.

Abd. Rahman menimpali, mereka yang bergabung di SRC akan dibina dengan baik oleh Sampoerna agar menjadi pelaku UMKM yang ingin berubah menjadi lebih baik. Sebab, setiap pegiat komunitas akan diberi pelatihan.

“Proses pembinaan sebelum pandemi sering ada pelatihan. Semacam manajemen penjualan dan penataan toko, klasifikasi barang. Konsepnya bersih rapi terang,” ujarnya.

Bahkan saat ini, pelaku toko kelontong di SRC sudah memanfaatkan teknologi digital dalam melakukan pemasaran dan pembelian produk.

“Kita juga ada pelatihan digital. Dulu manual sekarang masuk belanja pakai aplikasi. Bagaimana belanja dengan SCR Toko. Dulu kita tidak tahu pak (belanja digital). Apalagi dulu kita manual,” ujarnya.

Abd. Rahman berharap melalui SRC, UMKM di Indonesia dapat terus berkembang.”Isyaallah SRC biisa membantu pemasaran dengan menyediakan tempat untuk produk lokal dan tradisional. Orientasi kita mengangkat UMKM,” tandasnya. (jir)