Ponpes Darul Aman Lengkese, Bukti Nyata Kontribusi ADT untuk Takalar

  • Whatsapp
Ponpes Darul Aman Lengkese, Bukti Nyata Kontribusi ADT untuk Takalar

TAKALAR,UPEKS.co.id— Sebagai lembaga pendidikan, Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Aman Lengkese, Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, tanggap dengan perkembangan teknologi tersebut. Dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki pesantren ini siap untuk berkompetisi dengan sekolah lain dalam pelayanan informasi publik.

Pesatnya perkembangan dan kemajuan Ponpes yang didirikan sejak tahun 2011 ini, ternyata tak lepas dari sumbangsih dan kontribusi dari pendirinya, yakni Ahmad Daeng Tonang yang kerap disapa ADT ini.

Bacaan Lainnya

Ya, prihatin atas kenyataan ketimpangan pendidikan di daerah pelosok dengan perkotaan, pria kelahiran Desa Sawakung, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar ini mendirikan pesantren untuk mengafirmasi bidang pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

Bagi Founder Daeng Group ini, baik atau tidaknya kualitas hidup seseorang bisa ditentukan oleh seberapa besar perhatiannya kepada pendidikan. Sebab, tingkat kesejahteraan dan perilaku bisa diukur dari tingkat pendidikannya.

Namun realitas di lapangan, pendidikan saat ini mayoritas hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan. Tidak semua masyarakat di pelosok daerah bisa menikmati fasilitas pendidikan yang berkualitas sehingga tidak semua bisa merasakan pendidikan berkualitas secara merata. Faktor ekonomi, akses, serta fasilitas menjadi faktor kendala di lapangan.

“Itulah salah satu tantangan kami di daerah, khususnya di desa. Seakan ada sebuah stigma bahwa wajar orang kota lebih sukses, karena fasilitas dan akses yang memadai dibandingkan anak-anak di desa. Tapi kami yakin bahwa kesuksesan itu milik siapa saja. Tidak dibatasi oleh wilayah, status ekonomi, dan tempat lahir,” tegas pengusaha kuliner sukses yang memulai usahanya dari nol ini.

Itulah yang menjadi dasar langkah ADT dibantu kakak tertuanya, H. Lukman,

mendirikan Ponpes Darul Aman di Desa Lengkese, Kecamatan Marbo, Kabupaten Takalar, dengan jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA) yang saat ini memiliki santri kurang lebih 165 orang.

“Saya ingin menghadirkan fasilitas yang memadai bagi mereka yang kurang beruntung, terutama anak-anak kurang mampu di desa,” ungkapnya.

Sebelum menjadi pengusaha sukses seperti sekarang, ADT memulai bisnisnya dari usaha kuliner coto. Tak hanya itu, pengusaha yang terkenal dermawan itu juga pernah merasakan getirnya kehidupan di Kota Makassar.

Meski kini telah memiliki segalanya, pengusaha yang dikenal sosok sederhana ini tak sungkan terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari membangun Masjid, Pondok Pesantren (Ponpes), menyantuni anak yatim dan Lanjut Usia (Lansia).

“Dengan bersedekah, harta kita tidak akan berkurang, malah semakin bertambah. Saya pernah merasakan hidup susah, harta yang saya miliki ini adalah titipan untuk saya kelola, dan diperuntukkan bagi mereka yang membutuhkan. Ini juga sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta, karena saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.

Tak hanya berjiwa sosial dan sederhana, di balik kesuksesannya itu, ADT juga telah memberdayakan kurang lebih 1.500 karyawan. Dimana, 80 persen dari total jumlah karyawan tersebut merupakan orang Takalar. (rif)