Kuasa Hukum CV Surya Mas Minta Pemerintah Evaluasi PTPP

  • Whatsapp
Kuasa Hukum CV Surya Mas Minta Pemerintah Evaluasi PTPP

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Kuasa hukum, CV Surya Mas, Syamsuddin, SH MH MM meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi PT Pembangunan Perumahan (PTPP).

Pasalnya, harga saham perusahaan pelat merah tersebut melejit. Karena itu, naiknya saham PTPP sebesar 1,38 persen harus sejalan mitra kerjanya.

Bacaan Lainnya

“Seiring dengan membaiknya kinerja BUMN seperti PTPP, pemerintah seharusnya dapat melakukan evaluasi kembali. Sebab, PTPP belum menyelesaikan semua kewajibannnya,” ujar Syamsuddin, Jumat (17/12/2021).

Pasalnya, begitu banyak pihak ketiga selaku perusahaan penyuplai bahan dan penyewaan alat yang berhubungan dengan PTPP yang haknya belum diselesaikan.

Padahal, jelas Syamduddin, proyek yang dikerjasamdiakan dengan pihak ketiga PTPP telah tuntas dikerjakan, seperti yang dialami CV Surya Mas.

Hak CV Surya Mas belum diselesaikan pihak PTPP selama bertahun-tahun, sehingga harus melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) sebagaimana terdaftar dengan No. Perkara 383/pdt.G/2020/PN. Mks dan perkara No. 175/Pdt.G/2021.

“Kewajiban PTPP semakin besar. Sebab, lamanya waktu pembayaran tersebut belum diselesaikan. Hal ini berakibat denda dan bunga semakin bertambah,” terangnya.

Bukan hanya untuk dua perkara itu saja, masalah ini segera akan didaftarkan pula. Seperti perkara untuk proyek jembatan Teluk Kendari. Tak menutup kemungkinan jumlah perkara yang lain juga akan didaftarkan. Sehingga, perkaranya akan semakin banyak.

“Banyak perkara yang akan kami laporkan. Namun, itikad baik dari CV Surya Mas sehingga kami belum melakukan gugatan. Kami masih melakukan upaya mediasi untuk menyelesaikan semua masalah yang ada,” ujarnya.

“PTPP harus segera menyelesaikan semua hak mitra kerjanya. Termasuk ke CV Surya Mas,” tambah Syamsuddin.

Sementara itu, Analis MNC Sekuritas, Muhamad Rudy Setiawan Rudi memberikan rekomendasi tahan untuk saham BUMN, seperti PTPP dengan harga Rp1.350.

Dimana, saham PTPP naik sebesar 1,38 persen menjadi Rp1.100 pada lantai bursa tanggal 6 Desember 2021. Padahal, sejak awal tahun lalu harganya turun 40,75 persen. (rilis)