KPPU VI, Rilis Indeks Persaingan Usaha 2021, di Sulsel Pada Kategori Tinggi 

  • Whatsapp
KPPU VI, Rilis Indeks Persaingan Usaha 2021, di Sulsel Pada Kategori Tinggi 

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kantor Wilayah VI Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) merilis indeks persaingan usaha Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2021 berada pada kategori tinggi.

Kepala Kantor VI KPPU Hilman Pujana menyebutkan nilai indeks persaingan usaha Sulsel pada tahun 2021 berada pada tingkat 4,60 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni 4,59 dengan skala maksimal 7.

Bacaan Lainnya

“Secara umum persaingan usaha di Sulsel terkategori tinggi. Sektor usaha dengan persaingan usaha tinggi, yaitu urutan pertama pertanian, kehutanan dan perikanan, kemudian sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan  penyediaan akomodasi dan makan minum,” ujar Hilman saat jumpa pers, Senin (6/12/2021).

Sementara tingkat persaingan usaha dengan kategori rendah, sambung Hilman terdapat pada sektor usaha pengadaan listrik dan gas, kemudian transportasi dan pergudangan, pertambangan dan penggalian.

“Dengan menggunakan seluruh dimensi pengukuran yang ada, dimensi kelembagaan memegang nilai tertinggi, yaitu 5,49, sementara dimensi perilaku memiliki nilai terendah 3,44,”Kata Hilman.

Hal tersebut mengindikasikan bahwa pemahaman tentang Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Sulsel telah mendorong terciptanya persaingan usaha yang sehat, walaupun dengan nilai perilaku di angka paling rendah juga mengindikasikan masih terdapatnya perilaku pelaku usaha yang mengarah pada persaingan usaha tidak sehat.

“Dalam indeks ini sebagian responden juga menyatakan terdapat adanya hambatan investasi di Sulawesi Selatan, dikarenakan masih adanya ketidakpastian dari pemerintah kepada masyarakat terkait perizinan,”ungkap Hilman.

Menurut Hilman, indeks tersebut dapat digunakan baik oleh internal KPPU Kanwil VI Makassar guna memetakan rencana giat dan program ke depan juga dapat dijadikan masukan kepada stakeholder khususnya pemerintah daerah untuk perbaikan pelayanan perizinan dalam meningkatkan investasi di Sulsel.

“Indeks Persaingan Usaha merupakan suatu indikator tingkat persaingan usaha secara kuantatif dan telah masuk dalam RPJMN Tahun 2020-2024 dimana target Indeks Persepsi Persaingan Usaha adalah 5,”tandas Hilman.

Lebih jauh Hilman menegaskan indeks yang dikembangkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan CEDS-Universitas Padjadjaran ini merupakan survey persepsi kepada pemerintah, pelaku bisnis, dan masyakarat untuk memperhatikan persepsi masing-masing responden atas persaingan usaha dan menentukan berbagai hal yang perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dan KPPU dalam menyikapi sektor-sektor dan dimensi persaingan usaha.

“Terdapat 7 (tujuh) dimensi sebagai bagian dari survey, yaitu struktur, perilaku, kinerja, permintaan, pasokan, kelembagaan, dan regulasi. Berbagai dimensi tersebut sejalan dengan konsep ekonomi industri untuk indeks pembangunan dan dilakukan dengan menggunakan analisis bobot sama dan principal component analysis,” tutup Hilman. (Rasak).