Kembangkan Usaha Kargo, Angkasa Pura Logistik Buka Ekspor Rute Makassar – Singapura

  • Whatsapp
Kembangkan Usaha Kargo, Angkasa Pura Logistik Buka Ekspor Rute Makassar – Singapura

MAROS, Upeks.co.id — Plt. Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman secara resmi membuka  ekspor komoditi Sulsel secara langsung rute Makassar – Singapura. Launching ini digelar di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Rabu (1/12/2021).

Ekspor komoditi Sulsel ini merupakan dukungan Angkasa Pura I dalam program Pemerintah Sulawesi Selatan terkait pengiriman ekspor langsung keluar negeri melalui anak perusahaannya yaitu Angkasa Pura Logistik. Angkasa Pura Logistik membuka rute internasional perdana Makassar  – Singapura dengan pesawat jenis Boeing 737-300 bekerjasama dengan maskapai Tri-M.G. Pesawat ini dapat menampung sebanyak 15.000 kg dan dijadwalkan terbang 2 kali seminggu pada hari Rabu dan Sabtu.

Bacaan Lainnya

Andi Sudirman Sulaiman mengatakan,
Kargo merupakan bisnis yang potensial di masa pandemi ini. Dan dia harap ketersediaan layanan penerbangan langsung ke luar negeri ini terus ada dan bisa ditambah frekuensi untuk ke depannya.

Saat ini ekspor baru dilakukan ke Singapura namun pihaknya telah menyurat kepada Kemenkumham untuk penambahan rute pengiriman yakni daerah Timur Tengah seperti Arab Saudi serta Hongkong.

“Untuk saat ini capaiannya sudah 30 persen, paling tidak merecover tahun sebelumnya dan nantinya tahun depan setelah bandara kita sudah selesai dan sinergitas dari berbagai pihak terkait. Ini nanti akan berkesinambungan, kita ini memastikan bagaimana mempertemukan semua pelaku usaha jasa eksportir dan juga nelayan dan petani kita, untuk meningkatkan jumlah ekspor kita,” papar adik mantan Menteri Pertanian ini.

Sudirman optimis ekspor komoditi ini bisa berkembang. Pasalnya, saat pandemi saja ada 30 persen dan ditargetkan tahun depan akan lebih meningkat 50-100 persen.

“Kami tadi sudah memerintahkan Kadis Perdsngangan untuk berkoordinasi dengan seluruh kadis di wilayah Indonesia Timur, termasuk wilayah Indonesia Tengah dan memastikan kepada mereka bahwa kita telah membuka akses direct flight,” bebernya.

Pihaknya juga akan memberikan  reward kepada kabupaten berupa bantuan keuangan tambahan untuk yang memiliki kontribusi terbesar di bidang ekspor terutama perikanan, pertanian dan lainnya.

“Nanti kita ukur, yang mana meningkat pesat kegiatan ekspornya pada tahun 2021. Ini nanti akan diberikan tambahan keungan tambahan di 2022  yang jumlahnya bisa mencapai miliaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Angkasa Pura Logistik dengan penerbangan kargonya (Air Freight), menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pengiriman dan pendistribusian kargo udara baik domestik maupun internasional.

Selama 1 tahun sejak Juni 2020, Angkasa Pura Logistik dengan 2 armada pesawat kargo jenis ATR 72-500 telah melayani penerbangan kargo ke berbagai rute domestik yaitu Batam, Banjarmasin, Balikpapan, Pekanbaru dan Surabaya.

“Tugas kami menyediakan sarana untuk menunjang konektivitas dan akses serta penyimpanan. Tentunya ini bentuk komitmen dari Angkasa Pura I untuk mendukung program pemerintah dalam implementasi National Logistic Ecosystem (NLE).” Ujar Dendi Tegar Danianto selaku Direktur Pengembangan Usaha.

Dendi menambahkan, melalui anak perusahaan Angkasa Pura Logistik diharapkan dapat membantu mendongkrak bisnis kargo serta membantu meningkatkan perekonomian Sulawesi Selatan khususnya dalam bidang ekspor.

Penerbangan ini juga menambah rentetan jumlah penerbangan khusus kargo yang terbang langsung ke luar negeri. Sebelumnya telah ada pesawat Garuda Indonesia yang terbang ke Hongkong dan Singapura.

Selama tahun 2021 ini, tercatat pergerakan kargo di Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 77.000 ton naik 30% dari tahun 2020. Dengan adanya penerbangan perdana dari Angkasa Pura Logistik, diharapkan dapat mendongrak komoditas ekspor terutama komoditi perikanan yang dikirim dari Sulawesi

penerbangan langsung ini merupakan dukungan dan kerjasama  dari Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan, Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Makassar, Bea Cukai Makassar, dan eksportir serta Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU).

Angkasa Pura I bersama Angkasa Pura Logistik juga telah melakukan revitalisasi terminal kargo di Bandara Sultan Hasanuddin dengan luas 1.700 m2. Terminal kargo ini dapat melayani aktivitas  warehousing, incoming-outgoing baik untuk kargo domestik maupun internasional serta trans-shipment.

Yang menarik dari fasilitas kargo di Bandara Sultan Hasanuddin adalah menyediakan 7 parking stand khusus air freighter yang berlokasi tepat di depan terminal kargo, sehingga  operasionalnya dapat berjalan lebih optimal. Dengan berkembangnya bisnis dan pergerakan kargo, revitalisasi terminal kargo merupakan langkah yang tepat guna mendukung operasional bisnis kargo di Bandara Sultan Hasanuddin.(alfi)