Kelas VA dan VB Prodi PBSI Unismuh, Belajar Jurnalistik di Harian Ujungpandang Ekspres

Kelas VA dan VB Prodi PBSI Unismuh, Belajar Jurnalistik di Harian Ujungpandang Ekspres

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar semester V kelas A dan B bertandang di Redaksi Harian Ujungpandang Ekspres (Upeks), Kamis (2/12/2021).

Kunjungan media tersebut merupakan bentuk realisasi teori Mata Kuliah Jurnalistik yang mereka dipelajari di Kampus. Pada kunjungan ini disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Ujungpandang Ekspres Rusli Siri.

Bacaan Lainnya

Rusli Siri mengatakan jurnalis merupakan profesi yang sangat berkaitan dengan Bahasa Indonesia. Seorang jurnalis atau pewarta sebelum terjun ke lapangan sebelumnya dibekali bagaimana penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar disamping harus memiliki wawasan luas terkait kondisi.

“Kalau kami di Harian Ujungpandang Ekspres, wartawan yang bergabung sebelum terjun ke lapangan harus diberikan pembekalan bagaimana penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mengapa? Karena Profesi Jurnalistik selain dituntut memiliki wawasan memadai, seorang jurnalis harus mampu menulis sesuai KBBI,”ungkap Rusli.

Selain itu, sambung Rusli di Redaksi Harian Ujungpandang Ekspres memiliki beberapa SDM yang latar belakang pendidikannya adalah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“SDM yang memiliki latar belakang pendidikan Bahas Indonesia ini, selama ini selalu memberikan petunjuk dalam menulis berita. Misalnya penggunaan kata relevan, hal ini perlu karena penggunaan kata bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan,”tandas Rusli.

Ia juga mengatakan dalam dunia jurnalistik yang diketahui dan menjadi penting adalah menguasai kode etik jurnalistik. Dalam melakoni profesi jurnalis tidak serta merta langsung menulis berita. Tapi terlebih dahulu harus memahami kode etik jurnalistik.

“Misalnya, kode jurnalistik yang harus diketahui, pertama dalam menulis berita harus berimbang, menghargai narasumber, ketika narasumber mengatakan off the record, berarti seorang jurnalis tidak boleh menulis apa yang disampaikan narasumber tersebut,”tandas Rusli. (Rasak).