Kecewa Pelayanan Polsek Biringkanaya, Penjual Bakso di Makassar Berniat Pindah Negara

  • Whatsapp
Kecewa Pelayanan Polsek Biringkanaya, Penjual Bakso di Makassar Berniat Pindah Negara

MAKASSAR,UPEKS.co.idHaji Kurdass, seorang penjual bakso yang berdomisili di Jl Parumpa, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan aparat Polsek Biringkanaya. 

Bahkan akibat kekecewaannya itu, Kurdass berniat akan pindah negara lantaran pelayanan Polsek Biringkanaya sangat tidak memuaskan, dan merugikan dirinya.

Bacaan Lainnya

“Kalau begini pelayanan polisi di Makassar, mending saya pindah negara. Karena ini tidak memberikan rasa keadilan bagi semua warga,” cetusnya.

Kurdass menilai penyidik Polsek Biringkanaya terlalu memaksakan melanjutkan laporan warga bernama H Kadir (Haji Kade’) yang merugikan H Kurdass sebagai terlapor.

H Kurdass menilai laporan H Kade’ ke Polsek sangat tidak berdasar. Bahkan dia (H Kade’) melakukan pelanggaran berat, karena telah membangun lapak di atas fasum/fasos (jalanan) di kawasan Pasar Niaga Daya (PND). 

Kurdass menceritakan, awalnya dirinya dilaporkan ke Polsek Biringkanaya karena ia menggeser rangka bangunan pelapor yang melengket ke dinding Ruko miliknya.

“Saya juga sudah datangi pengelola tapi tidak ada yang tahu siapa punya bangunan itu. Nanti setelah rangka bangunan itu digeser, baru ada datang yang mengaku. Saya kemudian dilaporan ke Polsek Biringkanaya,” ucap Kurdass.

Bahkan kata Kurdass, sudah ada karyawannya yang di tahan, karena diduga melakukan pengrusakan sama-sama. Padahal karyawannya itu, tidak tahu masalah itu.

“Karyawan saya itu tidak tahu soal masalah. Tapi sekarang malah ditahan di Polsek Biringkanaya,” beber Kurdass.

Laporan H Kade’ ke Polsek Biringkanaya sejak awal 2020, dan saat ini H Kurdass sebagai terlapor telah berstatus tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dua karyawannya.

Atas status tersangka inilah, H Kurdass keberetan dan menilai penyidik tidak profesional dalam menangani perkara. H Kurdass menilai penyidik membela orang yang nyata melakukan perbuatan salah dan melanggar hukum.

“Penyidiknya yang tidak beres, termasuk Kapolsek sebaiknya dicopot saja. Karena membela orang yang membangun di atas fasum/fasos,” keluhnya.

Sementara itu, Kapolsek Biringkanya, Kompol Rujiyanto dikonfirmasi mengatakan, pihaknya melakukan dan menangani kasus tersebut berdasarkan laporan polisi yang ada.

“Kami melakukan berdasarkan laporan Polisi yang kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Insya Allah kami melakukan dengan Profesional,” kata Rujiyanto. (Jay)