Kapolres Takalar Optimis Vaksinasi Covid-19 Capai 70 Persen

  • Whatsapp
Kapolres Takalar Optimis Vaksinasi Covid-19 Capai 70 Persen

TAKALAR,UPEKS.co.id— Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto, terus melakukan kontrol kewilayah yang dianggap rendah cakupan vaksinasinya , salah satunya  di wilayah kecamatan Mapsu kelurahan Takalar lama.

Saat ditanya wartawan terkait progres vaksinasi di Takalar. Beny murjayanto, manyampaikan rasa syukurnya atas kesadaran masyarakat sehingga kondisi vaksinasi di wilayah Takalar yang terus meningkat, baginya ini semua tak lepas peran serta kerja keras dan kaleborasi pemerintah daerah dan forkopimda. Kamis (16/ 12/2021).

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah Kondisi vaksinasi di Takalar saat ini terus meningkat, ini semua tak lepas dari kerja keras dan kaleborasi pemerintah daerah dengan forkopimda yang tidak mengenal lelah terus menyasar warga yang belum tervaksin,” ungkapnya.

Beny pun merasa optimis akan capaian target 70 % akhir tahun ini, baginya tidak capai target, tidak ada istirahat di tahun baru. Olehnya itu ia berpesan untuk untuk rekan2 polres dan para vaksinator yang lagi berjibaku untuk tetap semangat melaksanakan amanah ini.

“Bagi saya target vaksinasi 70 % persen ini adalah sebuah kewajiban. tidak capai target, tidak ada istirahat di tahun baru. Saya harap rekan rekan yang sementara bekerja tetap semangat dilapangan, ini adalah amanah negara dan kemanusian.” Tutupnya sambil tersenyum.

Sementara dr Novi selaku kepala Bidang P2 dinas kesehatan Takalar, mengaku jika data vaksinasi harian secara manual tim vaksinasi Takalar telah mencatat 54,9 % pertanggal 15 Desember, data manual ini  berbeda dengan data kabupaten yang ditampilkan oleh K PCEN yang menempatkan kabupaten Takalar masih di angka 46 %.

“Berdasarkan data manual harian dari tim vaksinasi Takalar pertanggal 15 desember 2021, jumlah masyarakat yang telah tervaksin mencapai 54,9 % dari 230. 833 sasaran,  diperkirakan terus akan meningkat minggu ini,” Katanya.

Mantan direktur Pajonga daeng Ngalle itu melanjutkan, bahwa data manual yang disampaikan saat ini masih berbeda dengan data kabupaten yang dirilis oleh K CPEN karena masih banyak warga yang belum singkron data kependudukannya.

Otomatis belum terdata, namun kata dia, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan diknas catatan sipil dan kependudukan untuk membenahi data tersebut. (Jahar)