Jangan Lupa Sedia JKN-KIS Sebelum Sakit

  • Whatsapp
Jangan Lupa Sedia JKN-KIS Sebelum Sakit

 

Makassar, upeks.co.id– Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berperan penting dalam memberikan jaminan kesehatan masyarakat Indonesia. Demikian yang diungkapkan oleh Ika (27). Warga Kecamatan Cambaya ini menceritakan pengalamannya memperoleh manfaat Program JKN-KIS, Senin (29/11).

Bacaan Lainnya

“Sudah beberapa kali saya menggunakan kartu JKN-KIS ini untuk berobat di Puskesmas Pattingalloang, hanya sakit ringan saja seperti batuk flu. Saya diperiksa oleh dokter serta diberikan obat, biasanya nggak lama sembuh. Tapi mungkin yang paling parah adalah sakit tifus saya ini,” tutur Ika.

Ibu rumah tangga dengan dua orang anak ini terdaftar JKN-KIS di segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) mandiri kelas III. Dirinya mengaku sangat peduli akan pentingnya jaminan kesehatan ketika sakit melanda. Ia khawatir apabila tiba-tiba terjadi permasalahan kesehatan dengan anak-anak dan keluarganya lantas dirinya belum memiliki jaminan kesehatan yang memadai.

“Saya sempat mendengar beberapa cerita tentang pelayanan peserta JKN-KIS itu dibedakan dengan pasien yang bayar umum atau yang kelasnya yang lebih tinggi. Tapi kenyataannya tidak benar. Saat saya dirawat tahun 2019 karena terkena penyakit tifus selama kurang lebih satu minggu, pelayanan yang saya dapatkan di RS Pelamonia seluruhnya memuaskan. Dokter, perawat maupun obat-obatannya tidak ada yang dibedakan dan yang terpenting itu gratis,” jelas Ika.

Ia tidak bisa membayangkan kalau harus sakit seperti tifus waktu itu, terlebih ia merasa badannya demam tinggi diiringi seluruh sendi dan tulang terasa sakit.

“Lemas, perut nyeri pokoknya semua rasa tidak enak menyerang. Apa jadinya kalau saya belum menjadi peserta JKN-KIS dan tidak segera mendapatkan perawatan karena memikirkan biaya, sungguh tidak bisa saya dan suami bayangkan,” kenangnya.

Ika berharap Program JKN-KIS ini selalu dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi pesertanya. Dirinya sangat bersyukur dengan adanya BPJS Kesehatan dalam kehidupan keluarganya maka akan terus mendukung program JKN-KIS agar dapat selalu memberikan pelayanan yang prima.

“Tidak bisa saya bayangkan kalau harus sakit seperti tifus waktu itu, badan meriang demam tinggi seluruh sendi dan tulang terasa sakit, lemas, perut nyeri pokoknya semua rasa tidak enak menyerang. Apa jadinya kalau saya belum menjadi peserta JKN-KIS dan tidak segera mendapatkan perawatan karena terkendala biaya, sungguh tidak bisa saya dan suami bayangkan. Semoga pogram ini senantiasa memberikan manfaat untuk seluruh masyarakat,” ujarnya. (Ti)