Hakim Bebaskan Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit

  • Whatsapp
Hakim Bebaskan Tersangka Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim jaksa penyidik Pidana Khusus Kejari Makassar, dipraperadilankan oleh salah satu tersangka tindak pidana korupsi panyaluran kredit di salah satu bank pelat merah di Kantor Cabang Somba Opu, Makassar.

Praperadilan itu diajukan di Pengadilan Negeri Makassar oleh tersangka RS, mantan Account Officer (AO) Ritel bank Badan Usaha Milik Negera (BUMN) selaku pemohon dan dikabulkan oleh Hakim Tunggal, Johnicol Richard.

Bacaan Lainnya

Dalam putusan Hakim Tunggal, Johnicol Richard menyatakan bahwa surat penetapan tersangka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nomor : 02/P.4.10/Fd.1/10/2021, tanggal 27 Oktober 2021 dinyatakan tidak sah.

Begitupula dengan surat perintah penahanan Nomor: PRINT 02/P.4.10/Fd.1/10/2021 tanggal 27 Oktober 2021 dan surat perpanjangan penahanan nomor: B-486/P.4.10/Fd.1/11/2021 dinilai hakim tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan mengikat.

Hakim Johnicol Richard juga menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon (Pidsus Kejari Makassar) yang berkenaan dengan penetapan tersangka atas diri pemohon oleh termohon.

Hakim juga memerintahkan kepada termohon praperadilan untuk mengeluarkan pemohon praperadilan dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan memerintahkan kepada termohon untuk menghentikan penyidikan terhadap pemohon selaku tersangka.

Putusan praperadilan itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Makassar, Syamsurezky saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (17/12/21) malam.

Menurut Syamsuresky, menghentikan penyidikan itu sudah diluar materi praperadilan. Kalau dianggap penetapan tersangka tidak sah, cukup itu putusannya. Apalagi kata Resky, tersangkanya ada tiga.

“Dan sudah ada juga hasil perhitungan kerugian negaranya oleh akuntan publik, ” kata mantan Kasi Intelijen Kejari Gowa ini.

Intinya dengan adanya putusan praperadilan ini jelas Resky, pihaknya akan pelajari terlebih dahulu dan memungkinkan  diterbitkan lagi surat perintah penyidikan baru untuk melanjutkan perkara ini. 

“Kalau sudah dipelajari putusannya, secepatnya jaksa penyidik akan memungkinkan menerbitkan spirindik baru lagi, ” jelasnya.

Sebelumnya, dalam kasus itu penyidik Pidsus Kejari Makassar menetapkan tiga tersangka orang tersangka. Yakni berinisial RS, mantan Account Officer (AO) Ritel bank Badan Usaha Milik Negera (BUMN) tersebut, YTH dan IZ masing-masing debitur.

Mereka dilakukan penahanan di tingkat penyidikan selama 20 hari kedepan. Sebelum ditahan, ketiganya sudah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

Mereka diduga melakukan tindak pidana korupsi penyaluran kredit pada bank di Kantor Cabang Somba Opu Makassar tahun 2017 – 2018. Akibatnya, kerugian kurang lebih Rp 3 miliar.

Tersangka ini melakukan penyaluran kredit yang tidak sesuai aturan. Dimana Analisis Kreditnya tidak sesuai dengan kemampuan debitur. Sehingga Kredit jadi macet. (Jay)