Ditlantas Polda Sulsel Paparkan Programnya Menuju Integritas WBK

Ditlantas Polda Sulsel Paparkan Programnya Menuju Integritas WBK

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Direktorat Lalulintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) Sulsel, memaparkan dan presentasikan progam menuju integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK), di ruang RTMC Ditlantas Polda Sulsel, Rabu (1/12/21).

Pemaparan itu dilakukan oleh Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Sentoe didampingi Kasubdit Regident Kompol Amin Syah, Kasi STNK Kompol Herly dan beberapa pejabat Ditlantas Polda Sulsel lainnya.

Bacaan Lainnya

Pemaparan dan presentasi itu dilakukan dihadapan Tim Penilai Nasinal (TPN) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB), Firmansyah melalui via zoom.

Dirlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Sentoe menjelaskan, pemaparan dan presentasi terkait dengan program zona integritas menuju WBK untuk Direktorat Lalulintas Polda Sulsel.

“Presentasi terkait program-program yang dibuat Direktorat Lalulintas. Ada enam progam sudah dijelaskan saat paparan tadi, ” jelas Kombes Frans Sentoe.

Tujuannya paparan itu terang Frans, karena terjadinya perubahan di dalam kultur dan budaya pelayanan jajaran atau satker Direktorat Lalulintas, termasuk juga budaya personel atau individu petugas.

Perubahan itu seperti pelayanan yang harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk menyikapi situasi Covid-19 saat ini. Dimana operasional selalu diikuti yang sifatnya sosial dan juga lebih kepada imbauan prokes.

“Disamping itu memang mengimbau terkait dengan Kamseltibcarlantas agar tertib berlalu Lalulintas dan juga tertib prokes, ” terang perwira Polri tiga bunga ini.

Kombes Pol Frans Sentoe menuturkan, ditiap layanan ada durasi waktu pelayanannya. Tinggal kembali kepada masyarakat. Jika masyarakat terkait urusan administrasi harus lengkap berkasnya terlebih dahulu.

“Banyak memang masyarakat yang datang tidak lengkap berkasnya dan sangat sederhana. Sehingga disampaikan bahwa setiap layanan itu ada petugas yang akan memberikan informasi, ” tuturnya.

Tak hanya itu lanjut Frans, juga dipasang banner ataupun papan bicara terkait persyaratan apa saja yang diperlukan dalam hal pengurusan Regident.

“Petugas atau personel juga banyak dan selalu diingatkan agar para perwira meningkatkan kinerja. Setiap hari juga dilakukan evaluasi kinerja. Baik itu dari sisi personal maupun perangkat dan material. Terutama peningkatan pengawasan yang mengawaki pelayanan, ” tutupnya.(Jay)