Dirjen PHU Kemenag Resmikan Tiga Gedung Baru PLHUT di Sulsel

Dirjen PHU Kemenag Resmikan Tiga Gedung Baru PLHUT di Sulsel

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Prof.  Hilman Latief, MA, P.hD, untuk pertama kalinya melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Selatan pasca dilantik oleh Menteri Agama RI pada tanggal 1 Oktober 2021.

Kedatangan Dirjen PHU kelahiran 12 September 1975 ini ke Kota Makassar Sulsel untuk melakukan Pembinaan ASN di lingkup Bidang dan Seksi PHU Kemenag Sekaligus Meresmikan dan menandatangani prasasti 3 (Tiga) Bangunan Baru Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Sulsel yakni PLHUT Kab. Maros, Pangkep dan Sidrap. (Minggu, 12/12/2021)

Bacaan Lainnya

Acara yang digelar di Aula Wisma Birr Ali Asrama Haji Sudiang Makassar ini dihadiri oleh Kasubdit Transportasi Pada Ditjen PHU Kemenag RI H. Nurhalis Iskandar Idy, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar H. Ikbal Ismail, Para Kakankemenag dan Kasi PHU Kemenag Kab/Kota Se Sulsel.

Dalam Laporannya mewakili Kakanwil, Kabid PHU Kanwil Kemenag Sulsel H. Ali Yafid membeberkan Fakta seputar haji di Sulsel diantaranya Jumlah Jemaah Haji yang masuk waiting list (Daftar Tunggu) di Prov. Sulsel saat ini sebanyak 238.135 orang, dengan kuota haji terakhir sebesar 7.272  orang Dan fakta ini menempatkan Sulsel sebagai Provinsi terlama masa tunggu hajinya yaitu 46 Tahun untuk Bantaeng sebagai Kabupaten Terlama masa tunggunya dan yang terendah di Sulsek adalah Kab. Enrekang dan Kab. Luwu yaitu 22 Tahun.

Terkait Pembangunan PLHUT, Mantan Kakankemenag Bulukumba ini menjelaskan bahwa Bangunan PLHUT di Sulsel mulai dibangun pada tahun 2019 sampai 2021 sebanyak sudah 5 Bangunan yaitu di Kab. Wajo, Bulukumba, Sidrap, Maros dan Pangkep, dan Rencananya di tahun 2022 nanti Gedung PLHUT juga akan dibangun di Kab. Jeneponto dan Luwu.

Pembangunan PLHUT Kab. Maros, Pangkep dan Sidrap yang menggunakan Anggaran Melalui Skema SBSN kurang lebih sekitar 2 Milyar serta dikerjakan selama 5 Bulan dan ketiganya sudab diserah terimakan pada tanggal 5 November 2021 lalu, Papar Ali Yafid.

Dan Progres pembangunan 3 buah PLHUT di Sulsel masuk dalam 8 besar terbaik se Indonesia, Ungkapnya lagi.

Dirjen PHU Kemenag RI Hilman Latief dalam arahannya sebelum meresmikan dan menandatangani Prasasti 3 Gedung PLHUT di Sulsel untuk tahun anggaran 2021 sangat mengapresiasi progres pembangunan PLHUT di Sulsel yang ketiga-tiganya bisa selesai sebelum waktunya dan dinyatakan sukses oleh Inspektorat Jenderal dan BPK.

Hilman Latief juga berkisah bahwa 3 minggu lalu (sekitar pertengahan bulan November 2021) kami bersama Menteri Agama RI berkunjung ke Arab Saudi dan menemui berbagai pihak yang berkepentingan soal haji dan umrah di sana, diantaranya Kementerian Haji Arab Saudi,  Muassasah, Naqabah, Gubernur Makkah dll dan disana melakukan mitigasi soal bagaimana soal prospek perhajian dan umrah ke depan khusnya di masa pandemi saat ini.

“Alhamdulillah Hasilnya menggembirakan, karena Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sangat merespon usulan dari Menag RI untuk memberikan kemudahan bagi jamaah.”

Menurutnya, Pemerintah Arab Saudi hanya meminta validasi Dokumen dan Kedisiplinan serta kejujuran dari negara negara pengirim jemaah haji dan umrah terkait protokol kesehatan.

Hilman Latief juga menyampaikan sejumlah kesepakatan dengan pihak Arab Saudi diantaranya untuk memperoendek waktu karantina.  Pemerintah Saudi  memberikan masa karantina  jemaah umrah  menjadi 48 jam karantina, kemudian dicabutnya suspend penerbangan bagi Indonesia bersama 4 negara lainnya, Tambahnya.

Dirjen PHU menyebut haji itu butuh kesabaran. “Saya melihat jemaah yang paling sabar adalah  dari Sulsel yang menempatkan diri sebagai provinsi terlama daftar tunggunya di Indonesia. Karena itu mari menjawab kesabaran Jemaah Haji kita dengan mempersiapkan dan lebih memantapkan sistem, fisik dan psikologis jemaah haji dan Umrah kita ke depan utamanya soal manasik di masa pandemi,” Harapnya.

“Insya Allah, akhir Bulan Desember ini kita (Kemenag dengan PPUI)  berusaha untuk memberangkatkan beberapa rombongan Awal Umrah ke Tanah Suci sesuai ketentuan dan kesepakatan teknis dengan kerajaan saudi arabia, sekaligus menjawab harapan Arab Saudi akan keseriusan dan komitmen negara kita terkait penerapan protokol kesehatan yang menjadi perhatian serius Arab Saudi saat ini,” ungkap Hilman Latief.

“Untuk pembimbing haji, kita sudah harus mempersiapkan diri untuk mencetak pembimbing haji yang tersertifikasi utamanya bagi kaum hawa (perempuan), sebab sebagian besar jemaah haji kita merupakan kaum perempuan, serta Seiring dengan sudah longgarnya kebijakan terhadap kaum hawa di Saudi Arabia,”Pintanya.

Karenanya, “Dirjen PHU Minta ke seluruh jajaran Kemenag khususnya di Sulsel agar aktif mensosialisasikan kebijakan pelaksanaan haji dan umrah utamanya soal kesepakatan regulasi antara kedua negara (Indonesia – Arab Saudi) terkait teknis pelaksanaan Haji dan Umrah,” tegas Hilman Latief. 

“Dan tak kalah pentingnya, saya minta dengan adanya gedung PLHUT maka kualitas layanan Haji dan Umrah bisa semakin meningkat utamanya dalam memberi kenyamanan kepada para calon jemaah haji,” Tutupnya. (jar)