ENREKANG, UPEKS.co.id — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang mendapat kunjungan Kabag Kesra dan Pimpinan Baznas Sidrap . Rombongan diterima langsung oleh Pimpinan Baznas Enrekang di Aula Kantor Baznas Enrekang, Jl. Buttu Juppandang No. 77, Enrekang.
Dalam sambutannya, ketua Baznas Enrekang, H. Junwar menyampaikan bahwa Sidrap dan Enrekang adalah suadara tetangga.
” Kita akan terus membangun kerjasama, komunikasi dan sinergi untuk mencari solusi bagaimana agar potensi-potensi zakat di daerah seperti di Sidrap dan Enrekang bisa dioptimalkan dalam membangun daerah masing-masing”. Ujar Junwar.
Dua pimpinan Baznas bertetangga ini saling memuji atas keberhasilan masing-masing.
” Masih banyak yang belum kami lakukan di banding Baznas Enrekang, terbukti pengumpulannya sudah mencapai 9,5Milyar/ tahun jauh lebih banyak di banding kami di Sidrap yang baru mencapai 3,2Milyar / tahun”. Kata pimpinan Baznas Sidrap, Madaling.
Salah satu Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin mengatakan,
Dari kantor Baznas Enrekang, setelah santap siang di Warkop ideologi rombongan diantar bertemu Bupati.
” Alhamdulillah Berdasarkan pertemuan dengan bapak Bupati Enrekang di ruang kerjanya, beliau paparkan memberi dukungan 100% kepada Baznas Enrekang karena sangat membantu masyarakat”. Kata Bahar.
Bupati menyampaikan Baznas sangat strategis pada pengumpulan Zakat, infak dan sedekah.
” Bagi saya Perda dan Perbup jadi kunci , seterusnya saya berani ambil kebijakan potong ZIS 2,5% terhadap dari gaji mereka PNS di Pemerintah daerah Enrekang. Karena itu caranya gampang, panggil direktur BPD Sulselbar Cabang Sidrap, buat komitmen dengan Pimpinan Baznas Sidrap”. Tegas Bupati Enrekang..
Sementara itu Imran Burhanuddin,
Pimpinan Baznas Sidrap menyampaikan bahwa di Sidrap potensi zakat jauh lebih besar di banding Enrekang sebab PNS Sidrap saja sekitar 6000 dibanding Enrekang yang hanya 4800. Demikian juga pertanian yang sampai 4800 hektar sawah padi.
“Sidrap akan segera memperbaiki regulasi sebagaimana di Enrekang agar pengelolaan zakat lebih optimal. Kami harap ke depan Sidrap lebih maju dalam pengelolaan zakat”. Pungkasnya
Pertemuan tersebut di tutup pemaparan Ilham Kadir yang menyebutkan kunci suksesnya Baznas Enrekang, bahwa secara umum masalah di Baznas itu ada empat, minimnya literasi zakat, SDM pengelola zakat, regulasi zakat dan dukungan dana hibah untuk operasional Baznas. (Sry)

