BPJS Kesehatan Kabupaten Buru Jelaskan Seluk Beluk JKN-KIS pada Badan Usaha

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan Kabupaten Buru Jelaskan Seluk Beluk JKN-KIS pada Badan Usaha

Bacaan Lainnya

 

Namlea, upeks.co.id- BPJS Kesehatan Kabupaten Buru memberikan sosialisasi mengenai pendaftaran, alur pelayanan, dan hak dan kewajiban peserta. Sosialisasi JKN-KIS bagi Pekerja Penerima Upah (PPU) Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam kegiatan Bimbingan Teknis Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Online, Selasa (23/11).

“Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buru berupaya untuk memudahkan perusahaan dalam menanamkan modal di daerah ini. Nantinya, setiap perusahaan wajib membuat LKPM. Kegiatan LKPM online ini diadakan untuk memberikan pengetahuan tentang tata cara pelaporan yang tepat dan memberikan pedoman terhadap pelaku usaha mengenai apa saja yang menjadi hak dan kewajibannya dalam melakukan kegiatan usaha, terutama mengenai pemenuhan kewajiban jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi para pekerja. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang turut memberikan sosialisasi JKN-KIS dalam Bimtek ini,” ujar Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Masri.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Buru, Asti R.N. Sanduan menjelaskan mengenai kepesertaan Program JKN-KIS, hak dan kewajiban peserta JKN-KIS segmen PPU.

“Pada pokoknya setiap penduduk Indonesia wajib menjadi peserta JKN-KIS termasuk pekerja penerima upah. Dengan adanya jaminan berupa perlindungan kesehatan ini, peserta nantinya akan memeroleh manfaat pemeliharaan dan perlindungan kesehatan. Manfaat tersebut akan diterima oleh setiap orang yang telah membayar iuran JKN-KIS. Dengan iuran yang dibayarkan tersebut, pekerja dan keluarganya bisa mendapatkan jaminan manfaat di bidang kesehatan,” ungkap Asti.

Ditambahkan pula oleh Asti, BPJS Kesehatan telah melakukan sejumlah inovasi terhadap layanannya dengan diterapkan sistem digital yang menunjang pelaku usaha dan pekerjanya.

“Berbagai aplikasi menjadi solusi praktis bagi badan usaha. Untuk kemudahan, kecepatan, dan kepastian informasi, PIC badan usaha bisa memanfaatkan aplikasi e-Dabu. Bagi peserta JKN-KIS juga bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) dan BPJS Kesehatan Care Center 165 yang dapat dihubungi 24 jam,” tambah Asti. (yr)