Andi Sukri; Guru Tak Tergantikan Era Disrupsi dan Revolusi Industri 4.0 

  • Whatsapp
Andi Sukri; Guru Tak Tergantikan Era Disrupsi dan Revolusi Industri 4.0 

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Dr. Andi Sukri Syamsuri didapuk sebagai narasumber pada simposium guru dan tenaga kependidikan dan launching gerakan literasi Kota Makassar yang diselenggarakan Oleh Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Makasssar, Rabu (1/12/2021).

Pada kesempatan tersebut, Andi Sukri sapaannya memaparkan guru tak tergantikan era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Ia menyebutkan fenomena disruptif dan era industri 4.0 ditandai kemunculan supercomputer, robot pintar.

Bacaan Lainnya

Termasuk kendaraan tanpa pengemudi, dan neuroteknologi yang diperkenalkan oleh Klaus Schwab dalam bukunya The fourt industrial revolution maka tidak serta merta mampu beriringan dengan sempurna di era ini.

“Hal ini menuntut kita untuk menyikapi keadaan dengan cara harus “berubah”. Sekalipun perubahan itu tidak berarti sudah pasti perbaikan akan tetapi tanpa perubahan tidak akan pernah ada perbaikan,”ungkap Andi Sukri.

Kata Andi Sukri konsekuensi era disrupsi dan era industri 4.0 berdampak pada beberapa profesi yang akan hilang, tetapi peranan guru belum sepenuhnya dapat tergantikan

“Peran guru belum bisa tergantikan karena, guru menjadi panutan dan suri teladan dalam membentuk karakter anak, guru selalu menggerakkan kiwa anak didik pada kebenaran dan kebaikan untuk meraih masa depan yang cemerlang,” tegas Andi Sukri.

Tak hanya itu. Menurut Andi Sukri guru menjalankan misi kemanusiaan. Guru tidak akan tergantikan karena perannya yang krusial dan dibutuhkan pada pendidikan 4.0.

“Guru sebagai fasilitator, guru sebagai motivator, guru sebagai inspirator, guru sebagai mentor, guru menjadi, pengembang imajinasi dan kreativitas guru menjadi pengembang nilai-nilai karakter dan team work, guru memiliki empati sosial,”ujar Andi Sukri.

Adapun peran dalam proses pembelajaran, sambung Andi Sukri yakni

planner, yaitu guru berperan untuk menyusun rencana pelaksanaan proses belajar mengajar. Kemudian organizer yakni guru berperan dalam mengatur segala hal selama proses pembelajaran berlangsung.

“Termasuk evaluator, guru bertindak sebagai penilai, mengumpulkan hasil pembelajaran, menganalisa dan kemudian menafsirkannya menjadi suatu penilaian teacher counsel (pembimbing),” tegas Andi Sukri. (Rasak).