Pasca Munas Masata, Hatta Alwi Hamu: Ketum Terpilih Diharap Gerak Cepat

  • Whatsapp
Pasca Munas Masata, Hatta Alwi Hamu: Ketum Terpilih Diharap Gerak Cepat

JAKARTA, Upeks.co.id — Organisasi Masyarakat Sadar Wisata (Masata) sukses menggelar Munas I yang digelar 28 November-1 Desember dengan terpilihnya Priskhianto sebagai Ketum yang baru. Nakhoda baru ini diharap segera bergerak cepat.

Ketua Steering Comittee (SC) Munas I Masata, Hatta Alwi Hamu menuturkan, Munas ini digelar 28 November-1 Desember di Candi Bentar Convention Hall, Putri Duyung Ancol.

Bacaan Lainnya

Kata dia, munas dipersiapkan sejak Juli lalu dengan membuka penjaringan kandidat ketum yang ditutup 26 November lalu. Hingga pada puncak munas ada tiga kandidat yang bersaing.

Munas dibuka Direktur Standarisasi Kompetensi Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf, Titik Lestari.

“Jadi dilakukan voting. Terpilih bapak Priskhianto yang sebelumnya menjabat Bendum Masata. Dua kandidat lainnya ada Panca R Sarungu yang merupakan Ketum periode sebelumnya dan Jeffrey Rantung yang merupakan Ketua DPD Masata DKI Jakarta. Kita bersyukur Munas berjalan lancar,” ungkapnya, Selasa (30/11/2021).

Hatta yang juga Ketua DPD Masata Sulsel ini berharap kepada kepengurusan baru agar bergerak cepat. Seperti segera membentuk tim formatur untuk membentuk kepengurusan. Pihaknya juga meminta Ketum terpilih segera mensosialisasikan program kerjanya ke DPD dan DPC seluruh Indonesia.

“Sehingga peran Masata ini betul-betul langsung fokus kepada masyarakat terutama di desa-desa wisata sehingga mempercepat pemulihan sektor pariwisata hingga ke daerah-daerah,” bebernya.

Ketum terpilih Masata, Priskhianto menuturkan pihaknya bertekad memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah dengan melibatkan DPP, DPD dan DPC Masata. Menurutnya, untuk memulihkan situasi pariwisata dan ekonomi kreatif perlu kolaborasi seluruh stakeholders pariwisata dan lintas kementerian. Selain itu, upaya digitalisasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif perlu terus didorong.

“InsyaAllah, saya akan amanah menjalankan organisasi ini. Tentu sesuai dengan tema munas kali ini, Solid, Kolaborasi dan Maju Bersama,” tukasnya.

Sementara, Direktur Standarisasi Kompetensi Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf, Titik Lestari dalam sambutannya menjelaskan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi salah satu yang sangat terdampak pandemi covid-19. Ada penurunan kunjungan wisatawan mancanegara yang cukup signifikan. Hingga Juli tahun ini turun 80 persen.

“Sehingga membuat pelaku wisata kehilangan mata pencaharian. Ini tentu menjadi PR bagi kita semua,” bebernya. (rls)