Ni’matullah Ajak Pemuda-Mahasiswa di Maros Jadi Relawan Guru

  • Whatsapp
Ni’matullah Ajak Pemuda-Mahasiswa di Maros Jadi Relawan Guru

MAKASSAR, UPEKS.co.id – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Ni’matullah kembali melaksanakan Sosialisasi Nilai-nilai Kebangsaan (Sosbang).

Sosbang kali ini bertema “Hari Guru Nasional”, dihadiri perwakilan pemuda mahasiswa dari berbagai organisasi dan kampus di Kabupaten Maros, yang digelar di Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Minggu (28/11/2021).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ni’matullah menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Sosbang yang mengangkat tema bertepatan momentum Hari Guru.

Menurutnya, tema ini diambil untuk saling mengingatkan bahwa ada profesi yang namanya guru yang harus selalu ingat, dihargai dan dihormati.

“Kita sebagai pemuda dan pelajar saat sekarang ini kadang lupa dengan jasa para guru, bahkan berpapasan dengan gurunya seperti tidak pernah kenal, karena sibuk dengan gadget misalnya,” ujar Ni’matullah.

Ketua Demokrat Sulsel ini menuturkan bahwa, penting untuk menciptakan momentum saling mengingatkan tentang jasa guru yang sering disebut pahlawan tanpa jasa.

Pria yang akrab disapa Ullah ini juga mengingatkan agar tidak takkalupa (lupa diri), bahwa pengetahuan, kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki tidak terlepas dari ilmu yang telah diajarkan para guru.

“Dalam program pengentasan buta huruf, Pemprov Sulsel menyediakan anggaran, maka saya mengajak adik-adik pemuda mahasiswa untuk terlibat menjadi relawan guru. Silakan data, susun programnya, datang ke saya, kita bicarakan,” tuturnya.

Salah satu narasumber dan penulis senior, Hasmi Ibrahim mengatakan bahwa, Hari Guru yang ditetapkan pada 25 November setiap tahun diambil dari hari berdirinya PGRI tahun 1945.

“Artinya organisasi PGRI didirikan oleh semangat kebangsaan, semangat guru di jaman kemerdekaan adalah mengajarkan rakyat Indonesia menulis dan membaca,” beber Hasmi.

Lanjut Hasmi bahwa, peringatan Hari Guru tidak hanya untuk mengenang jasa para guru di sekolah resmi. Tapi juga untuk mengingat kembali jasa para guru yang telah memberi ilmu pengetahuan dan pendidikan non formal.

“Seperti guru mengaji dan orang tua di rumah yang telah mengajarkan tentang kesopanan, etika, adat istiadat serta budaya,” tutupnya. (mah)