Kejari Makassar Jual Langsung 40 kendaraan Barang Bukti Rampasan

  • Whatsapp
Kejari Makassar Jual Langsung 40 kendaraan Barang Bukti Rampasan

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, melakukan penjualan langsung barang bukti sitaan yang sudah berkekuatan hukum tetap dan dirampas untuk negara.

Barang bukti sitaan yang dijual langsung itu berupa 40 unit kendaraan roda dua atau motor, satu buah handphone dan satu buah brangkas. Total nilai hasil penjualan langsung itu, secara keseluruhan kurang lebih Rp 90 Juta.

Bacaan Lainnya

“Ada tujuh unit motor dari 40 unit tidak terjual atau tidak laku kemarin, ” kata Kepala Seksi Barang Bukti (Kasi BB), Kejari Makassar, Hj Rosdiana SH, MH, Jumat (5/11/2021).

Rosdiana menjelaskan, semua barang bukti yang dijual langsung itu sudah berkekuatan hukum tetap dan sudah ada putusan pengadilan.
Ada yang barang bukti putus dari tahun 2018, 2019 dan tahun 2020. Barang bukti itu sitaan dirampas untuk negara.

“Ini dilakukan penjualan langsung. Hasil penjualan itu langsung disetor ke rekening penampungan khas kejaksaan dan kemudian untuk disetor ke khas ke negara, ” jelasnya.

Penjualan langsung bisa dilakukan berdasarkan Peraturan Jaksa Agung No 10 tahun 2019 Perubahan atas Peraturan Jaksa Agung No 5 tahun 2017 tentang Pelelangan dan Penjualan Langsung Benda Sitaan atau Barang Rampasan Negara atau Benda Sita Eksekusi.

Tahun ini lanjut Rosdiana, sudah tiga kali dilakukan penjualan langsung dengan nilai total uang yang disetor ke khas negara kurang lebih mencapai Rp600 Juta. Barang bukti yang dijual langsung itu, rata-rata dari kasus pencurian kekerasan atau begal dan narkotika.

“Saat ini masih ada beberapa barang bukti seperti mobil. Tapi saya ajukan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), karena harga diatas Rp 35 Juta, ” lanjutnya.

Barang bukti berupa mobil Minicooper, Brio dan Zigra itu, disita dan dirampas untuk negara dari perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) narkotika dan kasus undang-undang kesehatan.

“Ini kami belum ajukan dan rencana minggu depan baru diajukan ke KPKNL. Karena ada penilaian harga dan fisik. Penilaian fisik itu dari Dinas Perhubungan. Mudah-mudahan bisa dilakukan penjualan akhir bulan ini atau awal bulan depan, ” ucap Rosdiana.(Jay)

 

 

Pos terkait