Kabupaten Konawe Dorong Jumlah Peserta JKN-KIS melalui Optimalisasi Pendataan

  • Whatsapp
Kabupaten Konawe Dorong Jumlah Peserta JKN-KIS melalui Optimalisasi Pendataan

Bacaan Lainnya

 

Kendari, Upeks.co.id– Peran pemerintah daerah sangatlah penting dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Salah satu upaya yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Kendari untuk menciptakan kolaborasi dengan pemerintah daerah adalah dengan melaksanakan forum komunikasi dan kemitraan pemangku kepentingan wilayah Kabupaten Konawe yang dilaksanakan di Kantor Sekda kabupaten Konawe, Selasa (26/10).

Kabupaten Konawe merupakan wilayah dengan jumlah penduduk yang cukup banyak, disertai dengan perindustrian dan pertambangan karena hasil bumi yang melimpah. Hal ini tentunya menjadi lapangan kerjan bagi masyarakat sekitar dan tidak sedikit juga pekerja perusahaan berasal dari kabupaten ataupun provinsi lain bahkan kewarganegaraan asing.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kendari, Ivan Ravian menyebutkan berdasarkan amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, bahwa salah satu kewajiban pemberi kerja atau pemilik perusahaan adalah mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta Program JKN-KIS kepada BPJS Kesehatan. Dalam melakukan pendaftaran kepada BPJS Kesehatan pemberi kerja wajib memberikan data dirinya dan pekerjanya beserta anggota keluarganya secara lengkap dan benar.

“Untuk badan usaha yang belum menyetorkan keseluruhan datanya kami mengharapkan dukungan oleh Dinas Tenaga Kerja agar dapat ditindak lanjuti bersama dengan Tim Kepatuhan BPJS Kesehatan. Kesesuaian data ini juga bertujuan agar tidak terjadi status ganda bagi para pekerja yang seharusnya didaftarkan pada hak kelas 2 oleh perushaan namun masuk dalam pendataan Pemerintah sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI),” jelas Ivan.

Di waktu yang sama, Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand memberikan arahannya kepada setiap instansi yang hadir agar dapat menjalankan fungsi masing-masing terkait keberlangsungan Program JKN-KIS bagi mayarakat Konawe.

“Kita akan upayakan integrasi jamkesda akan dilakukan perjanjian kerjasama selambat-lambatnya November 2021 dengan estimasi peserta 1000 orang. Dinas Sosial akan segera melakukan pendataan dan diverivalid lagi oleh pihak BPJS Kesehatan untuk mengecek data gandanya sedangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa akan segera mendata seluruh aparat desa yang akan didaftarkan kepesertaannya di Tahun 2022 sehingga kita bisa memperoleh proyeksi anggarannya serta orang yang akan didaftarkan di awal tahun,” kata Ferdinand.