Dituding Jadi Otak Pengeroyokan Tiga Kader HMI Takalar, Ketua APDESI Takalar Bilang Begini

  • Whatsapp
Dituding Jadi Otak Pengeroyokan Tiga Kader HMI Takalar, Ketua APDESI Takalar Bilang Begini

TAKALAR,UPEKS.co.id— Kasus dugaan pengeroyokan terhadap tiga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar, yakni Muh. Kasim (Sekretaris HMI Cabang Takalar), Asman, dan Ucci, di Alun-alun Lapangan Makattang Daeng Sibali pada Rabu (24/11/2021) lalu, hingga saat ini masih menjadi perhatian publik.

Pasalnya, hingga saat ini pelaku pengeroyokan masih berkeliaran bebas. Padahal, ketiga korban telah melaporkan peristiwa na’as tersebut di Kepolisian Resort (Polres) Takalar pasca kejadian.

Bacaan Lainnya

Salah satu korban, Asman menceritakan kronologi kejadian pengeroyokan tersebut. Ia mengungkapkan, peristiwa tersebut berawal saat PB Hipermata versi Baji Ateka melakukan unjuk rasa terkait kasus CSR tambang pasir Galesong pada hari Senin (22/11/2021) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar.

Berselang sehari atau tepatnya Rabu (24/11/2021), lanjut Asman, Hipermata versi Bontomene bersama Sapma yang dikomandoi Wahyudin Mapparenta alias Wawan, juga melakukan unjuk rasa di Kejari Takalar terkait dana Covid-19 yang dikelola PB Hipermata versi Baji Ateka.

“Usai unjuk rasa (demo), Wawan mengarahkan massa ke alun-alun.Di alun-alun, Wawan masuk duluan mencari Gondrong (Salim, Ketua PB Hipermata versi Baji Ateka). Namun, dia tidak menemukan Gondrong,” ungkapnya.

“Nah, dia (Wawan) lihat saya dengan teman-teman (Kasim dan Ucci) yang sedang duduk-duduk minum kopi, lalu dia menghampiri saya sambil menanyakan apa maksud saya demo-demo soal CSR kemarin. Disaat itulah massa yang di bawa Wawan itu masuk ke alun-alun dan mengepung kami dari empat arah, dan memukul kami sambil melempar-lempar kursi,” lanjutnya.

Sementara itu, Wahyudin Mapparenta yang juga merupakan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Takalar yang dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa tudingan korban pengeroyokan tersebut fitnah, bahkan, mengancam akan melaporkan pihak-pihak tersebut.

“Itu fitnah dan tidak betul. Sedikitpun saya tidak menyentuhnya, apalagi memukulnya. Banyak yang menuding saya melakukan pengeroyokan, kedepan saya akan laporkan pihak-pihak yang memberikan keterangan palsu dan tidak benar,” ungkapnya via pesan WhatsApp.

Ia mengaku, jika rekan-rekannya singgah di Alun-alun Lapangan Makattang Daeng Sibali untuk makan siang seusai melakukan aksi unjuk rasa di kantor Kejari Takalar.

“Anak-anak singgah disana semua untuk makan sehabis aksi demonstrasi, tidak ada yang tahu Asman dkk ada disana. Kami semua singgah murni untuk makan dan minum,” akunya. (rif)