Distribusi BBM ke Lutra dan Lutim Terhambat, Begini Penjelasan Pertamina

  • Whatsapp
Distribusi BBM ke Lutra dan Lutim Terhambat, Begini Penjelasan Pertamina

LUTIM, UPEKS.co.id — Akibat putusnya jembatan Miring di kelurahan Tellu Wanua, kota Palopo sejak 30 Oktober lalu, berimbas pada pasokan bahan bakar minyak (BBM) di kabupaten Luwu Utara (Lutra) dan Luwu Timur (Lutim). Selama ini distribusi pengiriman BBM ke Lutra dan Lutim berasal dari Karang-karangan.

Sejak sepekan terakhir pasokan BBM di kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur juga terhambat. Kondisi ini diperparah dengan ambruknya salah satu jembatan di jalur penghubung Palopo- Lutra dan Lutim Senin (08/11/2021) malam yang merupakan jalur alternatif kendaraan umum.

Bacaan Lainnya

“Akibat jembatan miring yang mengalami keretakan di Tellu Wanua, pengiriman BBM kita lakukan melalui jalur alternatif yang juga dilalui oleh kendaraan umum dan pribadi sejak tanggal 30 Oktober 2021 lalu,” ujar Taufik Kurniawan.

Senior Supervisor Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kepada Upeks, Selasa (09/11/2021).

Dikatakannya,, bahwa pihak Pertamina selama ini melakukan pengiriman pada dua jalur alternatif, namun karena kondisi cuaca , curah hujan yang tinggi sejak dua hari kemarin sehingga armada tangki Pertamina terjebak, walaupun sudah dilakukan pengawalan oleh aparat kepolisian.

“Makanya, sejak tanggal 3 November sebenarnya kita sudah melakukan antisipasi pengiriman melalui jalur Poso dan Kolonodale di Sulawesi Tengah hingga semua upaya terus kita lakukan demi menghadirkan BBM di Luwu Utara dan Luwu Timur,” jelasnya.

Kondisi jalan di perbatasan Luwu Timur dan Poso juga mengalami kendala akibat hujan lebat, sehingga armada pengangkut BBM milik Pertamina juga terhalang oleh kerumunan kendaraan di tapal batas. Jalur Tapal batas yang sempit dan sejumlah titik ruas jalan dilakukan buka tutup.

“Kami minta masyarakat jangan panik. Tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Kami juga minta aparat kepolisian untuk mengatur pelayanan (BBM) ke konsumen agar tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan demi meraup keuntungan,” imbuh Taufik.

Begitupun peran aktif dari pemerintah daerah setempat untuk mengawasi penyaluran BBM ke konsumen agar stok BBM tetap stabil dan bisa berjalan normal.

“Untuk sementara BBM yang dipasok dari Poso dan Kolonodale ke Luwu Timur dan Luwu Utara rata-rata 160 ton perharinya. Jadi yang 160 ton itu merupakan back up saja , sementara kuota utama (kebutuhan) j sekitar 80 ton per hari juga tetap kami distribusi,” pungkas Taufik (Aco)

Pos terkait