Diduga Terindikasi Pungli, SMA/SMK di Takalar Gunakan Dana BOS Biayai Tes Psikotes Siswa Baru, Begini Tanggapan Kacab Disdik Wilayah VII

  • Whatsapp
Diduga Terindikasi Pungli, SMA/SMK di Takalar Gunakan Dana BOS Biayai Tes Psikotes Siswa Baru, Begini Tanggapan Kacab Disdik Wilayah VII

TAKALAR, UPEKS.co.id — Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 tingkat SMA/SMK di Kabupaten Takalar terindikasi Pungli (Pungutan Liar).

Pasalnya, pihak sekolah diduga menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai tes psikotes masuk SMA/SMK sebesar Rp125 ribu per orang.

Bacaan Lainnya

Padahal, pelaksanaan tes psikotes bagi siswa masuk SMA maupun SMK tersebut tidak sesuai dengan pasal 3 huruf c dan pasal 12 ayat 2 Permendikbud RI nomor 19 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan Mendikbud nomor 8 tahun 2020 tentang petunjuk teknis BOS reguler.

Dimana, dalam pasal tersebut menerangkan bahwa Tim BOS Provinsi dan kabupaten/kota tidak boleh melalukan pemaksaan pembelian barang dan atau jasa dalam pemanfaatan dana BOS Reguler.

Sekolah juga memiliki kewenangan untuk menentukan penggunaan dana bos sesuai kebutuhan sekolah, tidak boleh ada intervensi dari pihak mana pun.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacab Disdik) Wilayah VII Takalar Jeneponto, Abd. Rahim yang dikonfirmasi, mengaku, tidak mengetahui adanya dugaan Pungli dana BOS SMA/SMK tersebut. Sebab, kata dia, tes psikotes dilaksanakan oleh masing-masing sekolah, tidak melibatkan Cabang Dinas Pendidikan.

“Kalau masalah dana BOS yang dipakai untuk bayar tes psikotes masuk SMA, itu saya kurang paham. Karena saya juga baru di Cabang Dinas. Tapi memang pernah ada orang yang menelpon saya terkait tes psikotes itu, lalu saya tanya apakah ada izinnya dari PTSP, dia bilang ada. Jadi saya bilang langsung saja ke sekolah, karena pihak sekolah tidak pernah berkoordinasi dengan Cabang Dinas terkait tes psikotes itu. Sehingga untuk proses dan bagaimana-bagaimananya itu, kami tidak tahu,” akunya via telepon seluler, Rabu (3/11/2021).

Mengenai jumlah sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Wilayah VII Takalar Jeneponto, Rahim mengatakan, jumlahnya sebanyak 86 SMA/SMK negeri dan swasta, termasuk SLB.

“Takalar itu jumlahnya 37 SMA/SMK/SLB negeri dan swasta, sedangkan Jeneponto sebanyak 49 sekolah. Itu sudah termasuk SLB. Saya juga tidak tahu sekolah-sekolah mana yang adakan tes psikotes, karena selama ini tidak melapor maupun berkoordinasi dengan Cabang Dinas,” kata Rahim. (rif)

Pos terkait