Berkat Gojek, Gotong Royong Tergerak dan Mitra Tertolong

  • Whatsapp
Berkat Gojek, Gotong Royong Tergerak dan Mitra Tertolong
Sempat Sepi penjualan di masa pandemi, Sushi Sambalu beralamat di Jalan poros Pallangga Nomor 150 Gowa Sulsel tertolong dengan Gojek, platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara.

MAKASSAR, UPEKS.co.d– Pemandangan yang sudah sejak lama dan bahkan nyaris mustahil ditemui di tengah masyarakat perkotaan, nyatanya tergerak kembali di masa pandemi Covid-19.

Gotong royong namanya. Nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya lahir kembali di masa pandemi. Bahkan tidak sedikit yang merasakan dampak baiknya pada situasi terbatas saat ini.

Bacaan Lainnya

Karena berkatnya, nyatanya yang berat, bisa jadi ringan. Yang jauh, bisa terasa dekat. Yang sulit, bisa jadi mudah. Begitu pikirku.

Namun siapa sangka, gotong royong ini bisa dibangkitkan kembali oleh sebuah aplikasi yang berbasis teknologi dan tak lain merupakan buah tangan anak negeri.

Namanya Gojek, platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara yang berdiri sejak tahun 2010.

Mungkin juga, platform Gojek ini sudah terpajang rapi di smartphone milik Anda. Merasakan kebermanfaatannya, terlebih di tengah pandemi virus Covid-19, yang notabenenya mobilitas serba terbatas.

Seperti yang diakui Andini Machsar, warga Makassar, Sulawesi Selatan dan juga penyintas covid-19.

Katanya, Gojek sudah mewarnai perjalanannya sudah cukup lama dan memberi kebermanfaatan yang tak terukur lagi.

Terlebih katanya, saat ia bersama suami dan dua anaknya menjalani isolasi mandiri (isman) untuk memutus mata rantai Covid-19 disalah satu penginapan rujukan satuan tugas Covid-19 di Makassar.

“Sekitar bulan Februari 2021 lalu, saya bersama keluarga melakukan tes reverse transcription (RT) PCR dan hasilnya terdeteksi virus Corona SARS-CoV-2 yang tak lain penyebab Covid-19, saya positif. Tentu tidak ada jalan lain, kami harus melakukan isoman sesuai dengan regulasi Satgas yang berlaku,” ungkap Andini saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat 19 November 2021.

Andini lanjut menceritakan, jika 12 hari bukan waktu yang singkat untuk isoman. Segala aktivitas terbatas, bahkan untuk makan saja butuh bantuan orang lain, apalagi untuk mendapatkan obat-obatan.

“Dua pekan berada pada dalam ruangan terbatas, bertemu dengan orang terbatas, saya pikir ini bukan hal mudah untuk bisa melaluinya. Terlebih, salah seorang anak saya yang ikut isoman masih berumur empat tahun, tentu butuh perlengkapan ekstra dan juga obat,” pungkasnya.

Lalu ditanyai peran Gojek pada situasi tersebut, Andini secara gamblang menyebut penolong dan pengantar kebaikan.

“Saya tidak bisa tapik, saya tertolong dengan Gojek. Semisal, anak saya butuh minyak kayu putih dan obat-obatan saat dokter tidak ada, saya minta tolongnya ke Gojek melalui layanan GoSend. Dan terbantunya lagi, untuk pembayaran dimudahkan dengan GoPay. Sehingga tidak ada transaksi secara langsung,” sebut Andini.

Tidak hanya itu, lanjut Andini mencontohkan, saat kerabat hendak mengirimkan berkat kebaikan sebagai wujud kepedulian kepada kami yang menjalani isoman, berupa makanan bututnya gunakan aplikasi Gojek melalui layanan GoFood.

“Sehingga kami yang awalnya merasa berat menjalani isoman, jauh terasa lebih ringan karena nilai-nilai gotong royong (kebersamaan) yang dihubungkan Gojek terasa lebih menguatkan,” tutur Andini.

Andini juga mengapresiasi mitra driver Gojek yang taat protokol kesehatan dalam melayani.

“Dan tentu sebagai pengguna, saya berterima kasih ke Gojek atas dedikasinya ke masyarakat dalam menghadirkan solusi khususnya dalam membersamai masyarakat di tengah pandemi. Ke depan, kami berharap semoga semakin banyak inovasi yang dihadirkan Gojek,” imbuh Andini.

Sementara itu, Regional CA Head For Indoregion, Arum K Prasodjo menuturkan jika seiring laju penyebaran virus Covid-19, turut melahirkan dampak sosial yang sudah lama tidak nampak dimasyarakat perkotaan.

“Seperti menggerakkan kembali nilai gotong royong, dan bisa dikata penggerak dan penghubungnya adalah ekosistem Gojek. Kami berharap hal-hal baik ini akan terus tumbuh bersama Gojek pastinya,” ujarnya.

Bopong UMKM Kuliner di Gowa

Menyoal kebermanfaatan Gojek, Baslan, salah seorang Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, juga mengakuinya.

Berkat Gojek, Gotong Royong Tergerak dan Mitra Tertolong
Penyajian Sushi Sambalu di Gowa, terapkan Protokol Kesehatan.

Nama usahanya, Sushi Sambalu beralamat di Jalan poros Pallangga Nomor 150 Gowa, tepat di pelataran parkir Gading Badji Mart.

Baslan menceritakan jika ia bersama rekannya Iskandar Irzamyah merintis Sushi Sambalu pada 21 Februari 2021 lalu.

Dan nyaris tidak berlanjut saat kasus covid-19 meningkat di pertengahan tahun 2021, tepatnya diantara bulan Mei, Juni dan Juli.

“Saat awal buka Sushi Sambalu, kasus covid-19 cukup melandai di Sulsel khususnya di Makassar dan Gowa. Sehingga Penjualan secara langsung di kedai pada awal pembukaan masih terbilang mumpuni,” jelas Baslan kepada Upeks.

Memasuki pertengahan bulan Mei, kata Baslan, pembeli langsung ke kedai sudah mulai sepi. “Pembeli kadang ada dan terkadang tidak ada sama sekali dalam sehari,” tutur Baslan.

Baslan melanjutkan, siklus penjualan di awal bulan berikutnya, serupa dengan penjualan sebelumnya. Hingga katanya, ia nyaris kehabisan akal untuk bertahan.

“Saya bersama rekanan terasa kehabisan cara untuk mendatangkan pembeli ke kedai. Apalagi ditambah dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM cukup ketat di Makassar dan di Gowa saat itu,” kata Baslan.

Hingga di pertengahan bulan Juni, segala bentuk tanya dikepala Baslan mulai terjawab. Layanan penjualan daring Sushi Sambalu mulai beri tanda yang baik.

Bagaimana tidak, notifikasi aplikasi Gojek tepatnya pada layanan merchant GoFood di smartphone miliknya mulai bersahutan.

“Nadanya serupa harapan keberlangsungan. Sushi Sambalu yang sudah berbulan-bulan sepi orderan, akhirnya tertolong pada layanan GoFood,” tutur Baslan.

Orderan yang masuk layanan GoFood, ungkap Baslan juga tidak tanggung-tanggung. Bahkan katanya, sebagian besar penjualan Sushi Sambalu pada masa sulit tersebut bersumber dari layanan GoFood.

“Kami mencatat, 99 persen penjualan Sushi Sambalu dibopong dari layanan GoFood. Hal tersebut serupa energi baru bagi kami untuk bisa bangkit di masa sulit,” pungkasnya.

Baslan juga menyebutkan, orderan konsumen melalui daring beragam, ada yang untuk dikonsumsi sendiri. Ada yang diperuntukkan untuk hadiah kebahagiaan seperti hadiah ulang tahun dan bahkan juga ada untuk rekanannya yang sedang menjalani isoman,” sebutnya.

Selain itu, manfaat lainnya yang dirasakan Baslan adalah dukungan dari layanan Go-Biz. Katanya, dengan layanan tersebut ia bisa mengatur jadwal operasional kedai miliknya jika stok produknya habis.

“Dengan layanan Go-Biz ini kami bisa lebih mudah melayani tanpa takut mendapat kesan tidak elok dari pelanggan. Dan pastinya, kesan baik dari pelanggan akan kami terus jaga,” ujarnya.

Alhasil, omset yang dihasilkan dari kedai Sushi Sambalu hingga saat ini, juga sudah terbilang fantastik yakni sekitar Rp15 juta perbulan.

“Setelah melewati masa sulit yang cukup menguras tenaga dan pikiran, akhirnya Sushi Sambalu bisa bangkit dan bisa membuka beberapa cabang di Makassar,” ujarnya.

Tentu pencapaian Sushi Sambalu hingga saat ini, menurut dia, tidak terlepas dari dukungan Gojek melalui layanan GoFood dan Go-Biz.

“Sehingga kami berharap, semoga inovasi dan dukungan Gojek ke UMKM akan terus berkelanjutan. Agar makin banyak UMKM khususnya kuliner yang terbantu pastinya,” pintanya.

YLKI Sulsel : Gojek Tumbuhkan Kesan Aman Konsumen

Sisi lain, Plt. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sulawesi Selatan, Ambo Masse merespon beragam upaya Gojek dalam melindungi mitra konsumen di masa pandemi.

Berkat Gojek, Gotong Royong Tergerak dan Mitra Tertolong
Plt. Ketua YLKI Sulsel, Ambo Masse

Mulai dari upaya vaksinasi mitra pengemudi secara massal, penerapan #ProteksiEkstra pada layanan GoRide dan GoCar hingga menghadirkan PeduliLindungi pada aplikasi Gojek dinilai Ambo Masse sebagai wujud komitmen perusahaan memberikan perlindungan aman kepada konsumen.

“Segala upaya Gojek ini harus disambut baik, ini adalah bentuk kepedulian perusahaan kepada konsumen agar tetap aman dari sebaran virus covid-19,” ujarnya.

Apalagi kata dia, perlindungan konsumen pada jasa transportasi dan sektor penganan merupakan hal yang penting di masa pandemi.

“Kami berharap hal tersebut terus dijaga dan ditingkatkan keamanannya. Hanya saja, seiring peningkatan pelayanan ini terhadap konsumen, semoga tidak ada kenaikan tarif pada layanan,” terangnya.

Gojek Bantu Mitra Sekitar Rp1 Triliun di Masa Pandemi

Sementara itu, CEO Gojek, Kevin Aluwi mengatakan, selama masa pandemi, Gojek, platform telah mengeluarkan sekitar Rp1 triliun untuk berbagai inisiatif mendukung mitra UMKM dan mitra driver.

Kata dia, bantuan tersebut diantaranya, berupa kebutuhan Pokok yakni uang belanja sembako yang disalurkan langsung ke saldo dompet mitra yang telah menjalani vaksinasi Covid-19.

Selain itu, bantuan tersebut juga berupa penyediaan layanan/perlengkapan kesehatan serta bantuan pendapatan bagi mitra.

Kata dia, inisiatif tersebut bertujuan membantu mitra bertahan, tumbuh, dan bangkit bersama menghadapi pandemi.

“Sudah sepatutnya bantuan ini diberikan kepada mitra, apalagi berkat dukungan mitra driver dan mitra UMKM selama 11 tahun ini, Gojek dapat terus memberikan dampak positif dalam memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya.

Lanjut dia menjelaskan, hal tersebut tercermin melalui kontribusi ekosistem kami terhadap pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional.

Untuk itu, dengan memahami bahwa kondisi pandemi merupakan masa-masa sulit bagi mitra ekosistem, dalam dua tahun terakhir kami menjalankan berbagai inisiatif bantuan kepada mitra-mitra kami agar mitra driver bisa tetap memperoleh peluang pendapatan dan mitra UMKM tetap tumbuh usahanya.

“Semua ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan kami agar dapat #BangkitBersama,” pungkasnya.

Gojek Andil Dukung Ketahanan Ekonomi di Makassar

Berkat Gojek, Gotong Royong Tergerak dan Mitra Tertolong
Ketua Penggerak PKK Kota Makassar Indira Jusuf Ismail (kedua kanan), Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Dr. Nursaidah Sirajuddin (kanan), Senior Manager Public Policy & Government Relations Regional Gojek East Indonesia Moh Khomeiny (kiri) berfoto bersama usai menyerahkan secara simbolis tas pengantaran GoFood ke Mitra Driver Gojek di Makassar

Ditanyai spesifik menyoal di Makassar, Head of Regional Corporate Regional Affairs East Indonesia, Guntur Arbiansyah menuturkan untuk ketahanan ekonomi selama pandemi covid-19 di Kota Makassar ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek.

Terbukti, solusi teknologi dan non-teknologi yang ditawarkan platform digital Gojek membantu pelaku UMKM beradaptasi.

Salah satunya, menurut guntur melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital. Dalam hal ini Gojek terus mendukung digitalisasi UMKM di kota Makassar,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, tambah Guntur, Gojek juga telah mendistribusikan ratusan tas pengantaran GoFood kepada mitra driver di Makassar untuk menjaga kualitas dan higienitas makanan mitra.

“Tujuannya tentu tidak lain sebagai wujud peningkatan pelayanan kepada mitra, apalagi kami sadar di tengah pandemi saat ini, masyarakat semakin peduli akan kebersihan dan higienitas,” ujarnya.

Guntur berharap, semoga segala bentuk inisiatif yang dihadirkan dapat mendukung mitra bertumbuh bersama di situasi pandemi covid-19, dan tetap optimis untuk keberlanjutan lebih baik pastinya. (Laporan : Hasmiati Mus)

 

Pos terkait