AMI: Cegah Stunting Bisa Dimulai Tidak Euforia dengan Tingginya Uang Panai Bagi Remaja

  • Whatsapp
AMI: Cegah Stunting Bisa Dimulai Tidak Euforia dengan Tingginya Uang Panai Bagi Remaja

MAKASSAR,UPEKS.co.id—  Anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham (AMI) ingatkan Millenial untuk tidak tergiur dengan fenomena tingginya uang panai hingga berencana menikah di usia muda.

Pasalnya kata Aliyah, hal tersebut bisa menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus stunting khususnya di Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

“Saya imbau kepada masyarakat jangan euforia dan terprovokasi dengan maraknya pemberitaan tingginya uang panai hingga secara gampang merencanakan pernikahan diusia dini. Seperti yang terjadi baru-baru ini disalah satu kabupaten di Sulsel,” tutur Aliyah dalam sosialisasi pencegahan stunting di Aerotel Smile Makassar, Sabtu 27 November kemarin.

Aliyah melanjutkan, jika hal tersebut terus dibenarkan di tengah masyarakat. Maka kata dia,  anak terlahir stunting juga tidak bisa diredam.

“Untuk itu, saya juga berharap melalui sosialisasi ini bersama mitra BKKBN bisa mencerahkan masyarakat khususnya remaja terkait ancaman stunting,” imbuhnya.

Senada diungkapkan, Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan BKKBN, Prof. Muhammad Rizal Matua Damanik, jika stunting di Sulsel tercatat kasus tertinggi kedua secara nasional.

“Sulsel salah satu penyumbang stunting tertinggi. Sehingga segala upaya pencegahan stunting terus dimaksimalkan termasuk edukasi melalui sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ditanyai terkait penyebab utama anak terlahir stunting, dia menyebutkn karena tingginya angka pernikahan diusia dini. 

Selain itu, tambah dia, pemerintah menargetkan angka stunting turun mencapai 14 persen di akhir tahun 2021. Sehingga kata dia, perlu peran semua pihak untuk mencegah permasalahan stunting tersebut.

“Sesuai arahan Presiden, stunting harus ditekan serendah mungkin. Kami berharap hal tersebut bisa dimulai dari Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Sekadar diketahui, sosialisasi yang diikuti ratusan peserta dari kalangan remaja hingga orang tua remaja tersebut berjalan alot dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan. (Mimi)