ACT Fokus Penanganan Kemanusiaan dan Kemiskinan

  • Whatsapp
ACT Fokus Penanganan Kemanusiaan dan Kemiskinan

MAKASSAR, UPEKS.co.id– Isu-isu terkait masalah kemanusiaan dan kemiskinan merupakan salah satu konsen tim Aksi Cepat Tanggap alias ACT. Kenapa? Sebab ACT sebagai lembaga kemanusiaan hadir karena umat, dan bekerja untuk umat.

Demikian diungkapkan Maskur Muhammad selaku Kepala Cabang ACT Sulsel, saat hadir berkunjung ke redaksi Ujungpandang Ekspres, di Gedung Graha Pena lantai 3, Makassar, Rabu (10/11/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Maskur, persoalan kemanusiaan maupun kemiskinan merupakan isu yang tidak akan pernah ada habisnya. Karena itu pula, tugas ACT tidak akan ada ujungnya.

Terlebih, ACT memiliki beberapa program, mulai dari kegiatan tanggap darurat, kemudian pemulihan pascabencana, pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, hingga beberapa program berbasis spiritual.

Salah satu program kemanusiaan yang saat ini masih terus dijalankan di Kota Makassar, kata dia, yakni Operasi Pangan Murah yang digelar untuk keempat kalinya. Kegiatan ini dihadirkan ACT bersama Sahabat Dermawan Indonesia, untuk membantu masyarakat pra sejahtera mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah.

“Operasi pangan murah ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya, dengan harga 50% dibawah harga normal di pasaran,” ungkap Maskur.

Program pangan murah tersebut, disebut dibutuhkan masyarakat pra sejahtera untuk memudahkan mereka menjangkau harga pangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari

“Bantuan operasi pangan murah ini tidak hanya berkaitan dengan dampak pandemi, tetapi juga sebagai salah satu upaya kami untuk mengatasi persoalan kemiskinan. Ini juga berjalan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Masyarakat bisa mendapatkan bantuan pangan murah ini jika memang layak. Kami ingin bantuan ini tepat sasaran,” katanya.

Selain itu, Maskur juga bercerita seputar suka duka para relawan ACT, khususnya dalam penanganan bencana. Diakuinya, karena masalah bencana adalah persoalan kemanusiaan, maka dirinya merasa sangat senang jika melihat orang yang dibantu tersenyum.

“Itu sukanya. Melihat mereka tersenyum, rasanya itu tidak ternilai bagi kami. Sebaliknya, dukanya tentu kami tidak boleh lelah. Kami harus terus menjaga keikhlasan dalam kegiatan kemanusiaan ini,” terangnya.

Target ke depannya, sambung Maskur, ia hanya ingin agar ACT ini bisa terbentuk lima cabang di Provinsi Sulawesi Selatan. “Semoga ini bisa terwujud. Sehingga ACT bisa lebih dekat dengan 24 kabupaten kota di Sulsel,” pungkasnya. (eky)