WR III: Panitia Kantongi Izin, Jadwal Pelaksanaan tak Dikomunikasikan

  • Whatsapp
WR III: Panitia Kantongi Izin, Jadwal Pelaksanaan tak Dikomunikasikan

PAREPARE,UPEKS.co.id— Pihak kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, akhirnya angkat bicara terkait kematian dua mahasiswi saat mengikuti Diklatsar Korps Sukarela (KSR). Pihak kampus akan bertanggung jawab.

Hal itu diungkapkan Wakil Rektor (WR) III Bidang Kerja Sama, Alumni dan Kemahasiswaan IAIN Parepare, Dr H Muhammad Saleh, saat ditemui di ruang Rektorat IAIN Parepare.

Bacaan Lainnya

“Kami dari kampus bertanggung jawab. Makanya, kami ucapkan belasungkawa kepada korban. Yang selamat, saya langsung temui dan dampingi di lokasi hingga ke rumah sakit sampai semua clear. Termasuk yang meninggal, kami santuni,” katanya, Selasa (30/11/2021).

Dia mengatakan, KSR merupakan salah satu UKM di kampus IAIN Parepare. Organisasi ini sudah lama berdiri dan rutin melakukan diklatsar setiap tahunnya.

Kegiatan tersebut telah mengantongi izin dari pihak kampus, hanya saja terkait peristiwa ini, pihak panitia tidak berkoordinasi terkait jadwal pelaksanaannya.

“Kalau kegiatan itu memang ada izinnya. Cuma jadwal pelaksanaannya itu, dia tidak komunikasikan. Saat keluar tak terdeteksi,” ungkapnya.

Saleh menjelaskan, lokasi Diklatsar di Sungai Lacelleng, Kelurahan Lemoe, dimana sebelumnya sudah digunakan dua tahun lalu. Tiap melakukan kegiatan, panitia mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemerintah setempat.

“Saya sudah klarifikasi ke panitia. Mereka mengaku sudah masukkan pemberitahuan ke pemerintah setempat,” ujarnya.

Dalam kegiatan Diksar KSR ini, diikuti sebanyak 29 orang mahasiswa kampus IAIN Parepare. Saat kejadian, cuaca buruk terjadi. Hujan deras melanda wilayah tersebut.

Peserta Diklatsar saat itu, berkemah di tanah lapang di bantaran sungai. Tiba-tiba, datang banjir bandang dan mereka pun tersapu arus dan hanyut di sungai.

Tim SAR Gabungan diterjunkan ke lokasi melakukan pencarian. Petugas menyusuri bibir sungai dengan peralatan seadanya hingga malam dan dibantu warga sekitar. Satu orang dikabarkan belum ditemukan hingga proses pencarian terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian. (Andi Ukki)