Winda Segera Daftarkan Bayinya Jadi Peserta JKN-KIS

  • Whatsapp
Winda Segera Daftarkan Bayinya Jadi Peserta JKN-KIS

 

Selayar, Upeks.co.id–Windra (30) adalah seorang honorer yang baru saja melahirkan bayi laki-laki pertamanya melalui operasi caesar di RSUD Hayyung Selayar. Ia tidak bisa membayangkan jika tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, karena sudah jelas ia akan mengeluarkan biaya jutaan sampai belasan juta untuk caesar.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah setelah proses yang sangat menegangkan dan penuh perjuangan akhirnya membuahkan hasil yang sangat membahagiakan karena putra pertama saya lahir dengan selamat dengan proses caesar. Saya sangat bersyukur juga karena selama proses persalinan dan perawatan di rumah sakit, tidak ada biaya yang saya keluarkan sepersen pun, hal ini berkat Program JKN-KIS,” ujar Windra, Senin (04/10).

Windra sangat sadar akan pentingnya Program JKN-KIS maka dari itu dengan penuh kesadaran Windra segera mendaftarkan bayinya yang baru lahir sebelum berumur 28 hari, agar kepesertaan bayinya bisa ditanggung secara otomatis oleh pemerintah daerah sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD.

“Selain itu, bayi rentan dengan penyakit dan jika sakit pasti akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Makanya saya segera daftarkan bayi saya agar jika sakit sudah bisa ditanggung pelayanan kesehatannya oleh Program JKN-KIS. Sekali lagi terima kasih untuk BPJS Kesehatan,” ucap Windra.

Salah satu tugas BPJS Kesehatan adalah menyosialisasikan masyarakat pentingnya memiliki jaminan kesehatan, terutama di masa pandemi Covid-19. Kepala BPJS Kesehatan Klabupaten Selayar, Sudarmono menambahkan bahwa jaminan kesehatan melalui JKN-KIS, adalah cara untuk melindungi masyarakat dari kesulitan finansial akibat berobat.

“Kesehatan menjadi aset utama saat ini, salah satu cara untuk menjaga aset kesehatan adalah dengan memiliki jaminan kesehatan. Windra menjadi contoh kecilnya, sadar akan pentingnya kesehatan, ia dengan segera mendaftarkan bayinya yang baru lahir sebagai peserta JKN-KIS. Inilah pentingnya sosialisasi kepada masyarakat tentang memiliki jaminan kesehatan,” tambah Sudarmono.