Rektor Prof Ambo Asse Minta Dosen Unismuh Tidak Terlalu Banyak Mengajar, Tapi Lakukan Ini

  • Whatsapp
Rektor Prof Ambo Asse Minta Dosen Unismuh Tidak Terlalu Banyak Mengajar, Tapi Lakukan Ini
Rektor Unismuh Makassar, Prof H. Ambo Asse

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Para dosen terutama yang berpendidikan kualifikasi doktor agar tidak terlalu banyak mengajar tetapi membagi waktu agar dapat menulis dan menerbitkan buku.

Rajin membaca, berkarya dan terus membaca tentu akan mampu melahirkan tulisan dan dapat menerbitkan buku.

Bacaan Lainnya

Demikian sambutan Rektor Unismuh Makassar, Prof Dr.H. Ambo Asse, M.Ag, saat meluncurkan dua buku karya dosen Unismuh Makassar secara daring, Kamis pagi 28 Oktober 2021.

Dijelaskan, semoga peluncuran kedua buku dari dosen tersebut dapat secepatnya mengantarkan kedua penulisnya menjadi Guru Besar.

Keduanya paling lambat tahun 2022 atau 2023 akan meraih Guru Besar, tandas Prof Ambo.

Pelaksanaan sedaring nasional ini perlu disambut baik guna mengukuhkan eksistensi penghela pada dunia pendidikan serta mengukuhkan eksistensi penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Kepada para nara sumber dan peserta sedaring Rektor Unismuh mengucapkan terima kasih atas partisipasi dalam kegiatan berskala nasional ini.

Kedua buku yang diluncurkan itu, Pendidikan Guru Dan Pembelajaran ditulis oleh Wakil Rektor II Unismuh, Dr.H.Andi Sukri Syamsuri, M.Hum dan kedua, Kamus Berima Populer oleh, Kaprodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia PPs-Unismuh, Dr. Abdul Rahman Rahim, M.Hum.

Peluncuran kedua buku itu pada acara Sedaring Nasional & Peluncuran Buku, memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, mengusung tema, Mengukuhkan Eksistensi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Penghela di Dunia Pendidikan.

Direktur PPs-Unismuh Makassar, Dr.Dr.H.Darwis Muhdina, M.Ag pada sambutan pembukaan sedaring mengatakan, mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan sedaring karena akan dapat lebih mengembangkan bahasa Indonesia.

Peluncuran dua buku itu juga sangat penting dan ke depan sudah perlu juga dikembangkan untuk menulis pantun dalam narasi berbahasa bugis dan hal ini tentu akan lebih mengembangkan dan melestarikan Bahasa Bugis.

Kaprodi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia PPs-Unismuh yang juga panitia pelaksana sedaring, Dr. Abdul Rahman Rahim, M.Hum dalam laporan singkat mengatakan, peserta sedaring mendaftar 200 lebih menyebar dari seluruh Indonesia.

Nara sumber dalam sedaring kali ini adalah, Dr.H.Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, Dr.Khundaru Saddono, M.Hum; Dr. Thamrin Paelori, M.Pd; Budi Hartono, S.PD, M.Pd dengan moderator Haspina Hasan, S.Pd. (Rasak)

 

 

Pos terkait