PKK Sulsel Kerja Sama Imperata-Pipo Perkenalkan Budaya Batik kepada Ibu dan Anak

  • Whatsapp
PKK Sulsel Kerja Sama Imperata-Pipo Perkenalkan Budaya Batik kepada Ibu dan Anak

*Gelar Lomba Mewarnai dan Kreasi Batik

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulsel bekerja sama Rumah Batik Imperata dan Mal Phinisi Point (Pipo) menggelar lomba mewarnai sapu tangan dan kreasi batik ibu dan anak, di mal Pipo Jl. Metro Tanjung Bunga Makassar.

Bacaan Lainnya

Kegiatan lomba tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Batik Nasional yang ditetapkan pada tanggal 2 Oktober 2021. Penetapan ini didasarkan fakta sejarah pada tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia. Proses pengakuan dan pengukuhan batik Indonesia mengalami proses cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi UNESCO tanggal 9 Januari 2009.

Tahap selanjutnya, eksistensi batik harus mengalami pengujian tertutup UNESCO di Paris pada 11-14 Mei 2009. Pada tanggal 2 Oktober 2009, menetapkan batik merupakan warisan budaya milik Indonesia sebagai

PKK Sulsel Kerja Sama Imperata-Pipo Perkenalkan Budaya Batik kepada Ibu dan Anak
“Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi” Pengakuan dunia ini sepatutnya membuat bangsa Indonesia bangga akan budaya batik dan melestarikan keberadaan batik agar semakin dikenal luas.

“Bangga akan budaya batik harus terus kita gaungkan. Melalui berbagai aksi, bangga menggunakan batik, menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan mempromosikan batik seperti pameran, peragaan busana, lomba membatik dan lain-lain,” ungkap Pelaksana tugas (Plt) Ketua TP PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina.

“Dan hari ini, saya memberikan apresiasi untuk Mall Phinisi Point dan Imperata Batik yang telah menggagas kegiatan ini. Terima kasih juga kepada TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, Dekranasda, Pokja Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan serta lembaga lain yang telah mendukung kegiatan ini,” lanjut istri Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman ini.

Naoemi juga mengucapkan terima kasih kepada para bunda dan orang tua yang luar biasa mensuport kreativitas anak-anaknya melalui kontes keserasian ibu bersama anak dari Komunitas Orang Tua Down Syndrom dan lomba mewarnai sapu tangan batik.

Ajang kreativitas seperti ini, kata dia, merupakan sebuah ajang untuk memacu potensi dan kreatifitas anak. Potensi dan bakat anak bisa dipupuk sejak usia dini, namun harus dipancing dan dimunculkan lebih dulu, agar terlihat potensi apa yang dimiliki si anak dalam tumbuh kembangnya.

“Sehingga kedepannya bisa mengembangkan potensi kreativitas yang lebih terarah. Lomba ini merupakan kreativitas anak-anak yang luar biasa dan sekaligus wujud dari bentuk perhatian orang tua dalam keadaan Belajar Dari Rumah (BDR). Inilah salah satu bukti bahwa pandemi yang melanda hampir dua tahun ini tidak melunturkan kreativitas dan semangat berkarya anak-anak kita,” ungkapnya.

PKK Sulsel Kerja Sama Imperata-Pipo Perkenalkan Budaya Batik kepada Ibu dan Anak

Naoemi pun berharap, kegiatan yang digelar tersebut dapat menjadi sarana edukasi dan komunikasi dalam mengenalkan nilai budaya serta rasa cinta produk lokal sejak dini kepada anak-anak. Ia juga berharap, kegiatan ini menjadi event tahunan dan melibatkan lebih banyak lagi organisasi dan komunitas di masa mendatang.

“Karya-karya anak kita hari ini menjadi salah satu bentuk komunikasi antara lembaga, guru dan orangtua. Karena sinergitas antara tiga komponen inilah yang akan membangun pendidikan dan karakter menjadi lebih baik dan lebih bermutu serta kuat,” ucapnya.

“Semoga anak-anak ini menjadi anak yang Soleh dan Soleha, yang membanggakan bangsa, khususnya bagi kota tercintanya. Terima kasih. Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga segala aktivitas dan roda perekonomian kembali normal. Tetap sehat, semangat dan bangun kebersamaan mewujudkan generasi masa depan Sulsel yang kuat, kreatif, mandiri dan produktif,” ujar Naoemi menambahkan.

Pada kesempatan itu, Founder Rumah Batik Imperata, Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, mengumumkan nama-nama pemenang lomba mewarnai sapu tangan yang dilaksanakan di mal Pipo, pada Minggu (3/10/2021) tersebut. Untuk kategori umur 4-5 tahun, juara I diraih oleh Ni Luh Eka Pratista, Qeyla Nadhila Munzir (juara II), Nur Ainun (juara III), Qiano Malik Adam (juara IV), Kinan Dicky Wahyudi (juara V), dan Zahsyila Aktiva Askari (juara VI).

Untuk kategori usia 6-7 tahun, juara I diraih oleh Muh. Alif, juara II Alifah Kirana Maulida, juara III Abdurrahman Al Ayubi Sudirman, juara IV Fikram, juara V Nurfadillah dan juara VI disabet oleh Furqon.

Sedangkan lomba kategori usia 8-10 tahun, juara I diraih oleh Aisyah Afifa Izzatunnisa, juara II Altahfunnisa Tenri Tungke, Khaerunnisa Wulandari Prasetya sebagai juara III, Muh. Farhan A. Pratama juara IV, Nurul Huda juara V, dan Anindya Aulia Rasyidi juara VI.

Turut hadir dalam lomba mewarnai sapu tangan dan kreasi batik ibu dan anak tersebut, yakni Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulsel, Ketua Harian Dekranasda Sulsel, Ketua Pokja Bunda PAUD Sulsel, GM Mal Phinisi Point, Founder Imperata Batik, Ketua Komunitas Orang Tua Anak Down Syndrom dan undangan lainnya.(rif)

Pos terkait