Pemred Harian Ujungpandang Ekspres Rusli Siri Berhasil Raih Nilai Cumlaude Ujian dan Promosi Doktoralnya

  • Whatsapp
Pemred Harian Ujungpandang Ekspres Rusli Siri Berhasil Raih Nilai Cumlaude Ujian dan Promosi Doktoralnya

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Pemimpin Redaksi (Pemred) Harian Ujungpandang Ekspres Rusli Siri meraih gelar doktor dengan konsentrasi ekonomi Islam setelah  mempertahankan disertasinya pada ujian doktoral di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dengan judul “Konstruksi Margin Margin Murabahah Berbasis An Nur Guna Meningkatkan Kepuasan Konsumen.

Rusli sapaannya mendapatkan nilai dengan predikat sangat memuaskan atau cumlaude. Dalam presentasinya menyebutkan di tengah persaingan sesama perbankan yang semakin ketat membuat perbankan syariah seakan-akan mengikuti perbankan konvensional dalam menggaet nasabah. Tidak hanya produk Dana Pihak Ketiga (DPK) akan tetapi pembiayaan juga demikian, sehingga dalam menentukan margin menghiraukan prinsip dasarnya.

Bacaan Lainnya

Buktinya sambung Rusli perbankan menentukan margin, fee dan nisbah (rasio) masih menggunakan suku bunga sebagai indikator perbandingan bagi manajemen bank syariah dalam membuat keputusan ekonomi.

“Menghitung margin keuntungan dalam murabahah menjadi permasalahan mendasar, padahal seharusnya perbankan syariah tidak mengikuti metode konvensional dalam menetapkan margin murabahah. Salah satu pembiayaan mendapat sorotan adalah pembiayaan bersifat murabahah,” ungkap Rusli dalam paparannya, Selasa (19/10/2021).

Kata Rusli, permasalahan tersebut mendasari dirinya tertarik untuk melakukan penelitian tentang konstruksi margin murabahah dengan menggunakan pendekatan An Nur di Bank Muamalat.

Dari latarbelakang tersebut. Kata Rusli terdapat empat yang menjadi rumusan masalah pada disertasinya, yakni pertama bagaimana perlakuan margin di Bank Muamalat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), kedua bagaimana pembiayaan murabahah menurut konsep An-Nur di Bank Muamalat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel),

“Ketiga yaitu, bagaimana konstruksi margin dalam pembiayaan murabahah di Bank Muamalat KTI, dan yang terakhir bagaimana margin pada pembiayaan murabahah berbasis An Nur dalam meningkatkan kepuasan konsumen,”ujarnya.

Berdasarkan hasil penelitiannya yang berangkat dari latar belakang kemudian tertuang rumusan masalah sebelumnya. Rusli menemukan bahwa perlakuan margin murabahah di BMI Sulsel didasari atas keputusan dari Dewan Alco.

“Lembaga ini yang memutuskan berapa margin dalam pembiayaan Penentuan margin berdasarkan, keuntungan, resiko, biaya overhead, serta ekspektasi bagi hasil konsumen dilandasi nilai-nilai yang ada dalam konsep ekonomi Islam yakni terhindar praktek riba, garar dalam setiap transaksi,”ucap Rusli.

Ia menegaskan berdasarkan hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penentuan profit margin pada pembiayaan murabahah bank Muamalat Indonesia tidak hanya berpatokan pada FATWA DSN MUI No. 04/DSN-MUI/IV/2000 Tentang Murabahah, akan tetapi memperhatikan unsur An Nur yakni, ketauhidan, akal, kalbu, maslahah, dan keyakinan.

“Harga jual murabahah berpatokan pada cara Nabi Muhammad SAW melakukan transaksi perdagangan dengan cara menjelaskan harga beli, seberapa masuk akal yang diinginkan konsumen. Konsumen BMI merasa puas karena transparansi dalam menentukan margin murabahah dengan memperhatikan unsur-unsur An Nur,” ungkap Rusli.

Ia bilang margin yang diperoleh dari tingkat selisih atau kenaikan nilai dari aset yang mengalami peningkatan nilai dari biaya produksi dan harga jual mengakibatkan konsumen merasa puas sehingga menjadikan bank syariah tujuan utama berinvestasi. Asset Liability Committee (ALCO) terdiri beberapa unit yang terkait masalah harga penentu semua kebijakan dalam mobilitas kegiatan bak syariah untuk menentukan berapa harga yang akan diambil yang dijual ke konsumen.

“Bank Muamalat dalam menentukan harga pada kontrak bertujuan menghasilkan margin melalui kepastian kontrak biasanya menggunakan salah satu metode. Bank Muamalat menilai proses transaksi dapat efektif apabila bank dapat menentukan biaya untuk mendapatkan komoditas yang akan dijualnya kepada pelanggan,”ucap Rusli.

“Apabila biaya tersebut tidak dapat pastikan, maka murabahah tidak akan terlaksana. Dalam hal yang demaikian itu, maka yang terjadi adalah musawamah, yaitu jual-beli tanpa merujuk kepada biaya yang disepakati dan diketahui oleh kedua belah pihak. Harga jual bank mencakup harga pokok bank dan margin yang diinginkan sebagai keuntungan bagi bank. Standar Penetapan Harga,”sambung Rusli.

Inti dari penelitiannya sambung Rusli,  mengenai Konstruksi Margin Murabahah Berbasis An Nur mampu meningkatkan kepuasan konsumen. (Rasak).