KPU Luwu Butuh Rp60 Miliar Anggaran untuk Tahapan di Pemilu Mendatang

  • Whatsapp
KPU Luwu Butuh Rp60 Miliar Anggaran untuk Tahapan di Pemilu Mendatang

LUWU, UPEKS.co.id — Menyukseskan pemilihan umum pada tahun 2024 mendatang, sepertinya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu memberi estimasi kebutuhan anggaran senilai Rp60 miliar. Artinya ada peningkatan beberapa persen dari pemilu sebelumnya yang hanya Rp8 miliar. Hal ini bukan tanpa alasan, adanya Covid-19 yang akan menyedot anggaran besar, karena dilaksanakan protokoler kesehatan sampai ke tingkat TPS.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua KPU Luwu, Hasan Sufyan didampingi Sekretarisnya, saat coffee morning bersama insan pers di Desa Tampa, Luwu, Sabtu (23/10/2021).

Bacaan Lainnya

Pada pemilu nantinya, para penyelenggara akan disiapkan pakaian Asmat, ada peningkatan honor pada penyelenggaraan. Diketahui, untuk keseluruhan Luwu sebanyak 13 ribu penyelenggara yang akan dibutuh dari 1.700 TPS.

KPU Luwu Butuh Rp60 Miliar Anggaran untuk Tahapan di Pemilu Mendatang

Meski belum memberikan konfirmasi secara detail, namun Ketua KPU Luwu mengataka segera akan susun anggaran untuk melakukan persentase, ini belum fix karena menunggu waktu untuk mengekspose ke pemerintah daerah.

“Anggaran yang dibutuhkan untuk estimasi menyukseskan tahapan ini sekitar Rp60 miliar. Jika berpatokan pada anggaran Pilkada periode lalu, maka sudah punya gambaran sebenarnya. Tapi yang membuat bengkak anggaran ini tentunya karena ada Covid-19, yang membuat anggaran naik signifikan,” terang Hasan Sufyan.

Menurutnya, DPRD sudah berencana membuat Ranperda dana cadangan karena pada pemilu kali ini tidak mungkin bisa satu kali penganggaran. Bila pelaksanaan-nya 2024, berarti ada waktu 3 tahun menyiapkan anggaran tahapan pemilihan.

“Karena jika langsung penganggarannya bulat, maka pasti semua akan keteteran. Jadi kita berharap dukungan dari teman- teman dan media ini dapat terealisasi. Pemerintah menyiapkan dana cadangan, sehingga pada pelaksanaan pemilu nanti daerah tidak ketetaran lagi menyiapkan anggaran,” harapnya.

KPU Luwu Butuh Rp60 Miliar Anggaran untuk Tahapan di Pemilu Mendatang

Dikatakan Ketua KPU Luwu, Pemilu ini suatu hal yang urgen karena ini agenda nasional, agenda strategis nasional, tentu ini harus disupport dalam bentuk anggaran.

“Kadang- kadang banyak berpikir kenapa Pilkada selalu mahal, mungkin ada yang berpikir bahwa ini pemborosan anggaran demokrasi kita untuk menjaga kedaulatan NKRI sebagai negara berdaulat satu satunya mekanisme yang dipercaya adalah jalur demokrasi, tentunya adalah pemilu. Demokrasi adalah jalan menjaga negara ini tetap ada karena tidak ada mekanisme yang sah secara konstitusi yang bisa dilakukan adalah pemilu,” jelasnya.

“Cara menjaga negara ini memang mahal,” investasi politik kita jauh lebih mahal ketimbang membangun jembatan yang miliaran. Pemilu yang sukses tentu disertai support semua pihak. Tentu semua pihak tidak menginginkan pemilu amburadul, karena hal itu mengancam integritas kita mengancam sistem bernegara. Jauh lebih mahal menjaga integritas kita sebagai suatu negara,” ujarnya lagi.

Pemilu berhasil ketika semua pihak dewasa dalam berdemokrasi, orang menghargai perbedaan dan menghargai bahwa sistem bernegara melalui jalan Demokrasi. Demokrasi ini adalah cara terbaik dalam memilih pemimpin. (echa)