JEJAK-JEJAK PERSATUAN TABIYAH ISLAMIYAN (TARBIYAH PERTI)

  • Whatsapp
JEJAK-JEJAK PERSATUAN TABIYAH ISLAMIYAN (TARBIYAH PERTI)

Penulis: DR. AMIRUDDIN KADIR, M.EI.

Sebelum Kemerdekaan RI sudah lahir beberapa organisasi Islam yang kini telah disebut sebagai ormas Islam pada masa itu dimana ormas Islam memiliki pengaruh besar dan peran penting terhadap pengembangan Islam dalam berbagai dimensinya, seperti dakwah pendidikan, sosial, ekonomi, bahkan politik dan pemerintahan baik secara formal maupun nonformal, dan sampai pada perjuangan meraih Kemerdekaan RI (NKRI). Organisasi kemasyarakatan Islam tersebut antaralain, Muhammadiayah yang lahir di Yogyakarta 18 November 1912, Nahtul Ulama NU lahir 31 Januari 1926 dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah tanggal 20 Mei 1930, dan beberapa lagi organisasi lainnya yang memiliki peran penting pengembangan Islam dan perjuangan kemerdekaan yang merupakan kontribusi yang tidak bisa ternilaikan dalam bentuk meteril dan bentuk apapun.

Bacaan Lainnya

Meskipun pada perkembangan saat ini organisasi tertua yang dikenal berkibar dan memiliki umat terbanyak serta pendidikan yang maju hanya Muhammadiayah dan Nahdatul Ulama NU, sedangkan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah Perti) sedikit tertinggal dan kabur bahkan masyarakat saat ini tidak mengenalnya lagi, dan ketika kita bicara tentang ormas Tarbiyah maka yang terlintas dipikiran mereka adalah Fakultas tarbiyah di Perguruan Tinggi Agama Islam, Padahal Persatuan Tarbiyah kini juga masih hidup dan tetap eksis mengembagkan pendidikan pesanteren di beberapa wilayah di Indonesia khususnya di Sumatera barat dan takterkecuali di Sulaesi Selatan tepatnya di Palleko Kabupaten Takalar disana ada Pondok Pesanteren Modern Tarbiyah Islamiyah yang berdiri sejak tahun 1980-an hingga sekarang.

Lebih jauh penulis jelaskan sejarah berdirinya Persatuan Tarbiyah islamiyah atau disingkat dengan Perti, dimana pada tahun 1928 M. para ulama kaum tua bermusyawarah di Bukit Tinggi untuk membentuk Lembaga bernama “Persatuan Madrasah Tarbiyah Islamiyah” disingkat dengan (PMTI), nama ini kemudian berubah menjadi “Persatuan Tarbiyah Islamiyah” pada tahun 1930 M. pada awalnya singkatan organisasi ini “PTI” lalu beberapa tahun kemudian berubah singkatannya menjdi “PERTI”.

Persatuan Tarbiyah Islamiyah atau disingkat Perti adalah organisasi tradisional Islam, yang berpusat di Bukittinggi, Sumatera Barat. Organisasi ini didirikan di suatu pesantren terkenal di Candung, dekat Bukittinggi, pada tanggal 20 Mei 1930. Perti merupakan benteng pertahanan golongan tradisional Islam terhadap penyebaran paham dan gerakan modern yang gencar dilakukan oleh Kaum Muda.

Fokus utama perjuangan Perti adalah memajukan sekolah, dan sebagai pemersatu segenap ulama tradisional di ranah minang. Namun, dalam perkembangannya organisasi ini bertransformasi menjadi partai politik pada tahun 1945. Sebagai Organisasi Islam masa pergerakan nasional, perjuangan Perti tidak lah mulus. Mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pertentangan antara angkatan tua dan muda, hingga stagnanisasi organisasi. Pada perkembangannya lembaga ini semakin besar pengaruhnya sehingga banyak masukan dan saran untuk menjadi partai politik. Akhirnya PERTI tampil menjadi Partai politik dan mulai tampil pada pemilu 1955 sebagai salah satu Partai Islam terbesar di Indonesia bersaing dengan Masyumi, NU dan PSII.

Kemudian siapakah tokoh utama pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah “PERTI” pendirinya ialah seorang ulama kharismatik dari Candung Bukit Tinggi Padang Sumatera Barat yaitu Syeh Sulaeman Ar-Rasuli dan kemudian di kembangkan oleh oleh muridnya, Buya Sirajuddin Abbas dan Buya Rusli Abdul Wahid. Persatuan Tarbiyah Islamiyah ini juga memiliki beberapa sayap yang bersifat otonom yaitu: Persatuan Wanita Tarbiyah Islamiyah, Pemuda Tarbiyah Islamiyah dan Persatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah serta Persatuan Pelajar Tarbiyah Islamiyah. Namun yang berkembang sampai saat ini adalah Pemuda Tarbiyah Islamiyah IPTI dan Persatuan Wanita Tarbiyah (PURWATI) dan keduanya ini masih eksis dan berkembang hingga saat ini di seluruh nusantara. Perlu diketahui bahwa di era ordebaru Perstuan tarbiyah Islamiyah juga berjaya dan berkibar di seluruh Indonesia di bawah kepemimpinan Ir. Azwar Anas pada masa kepemimpinan belia pada tahun 1980-an sejumlah cabinet pembangunan menjadi pengurus Persatuan Tarbiyah Islamiyah.(rls)