Dampak Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Dampak Pandemi Covid-19

 

Makassar, Upeks.co.id–Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kehidupan ekonomi di rumah tangga diantaranya mengalami kesulitan keuangan.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Kantor KPPN Kota Parepare, Nursia Manjang SE, dalam rilisnya mengatakan, keterbatasan lapangan pekerjaan karena kegiatan bisnis yang lesu akibat dari kebijakan pemerintah pembatasan social berskala besar.

Hal menyebabkan berkurangnya pemasukan rumah tangga, disaat harga berbagai kebutuhan sehari-hari cenderung meningkat.

Akses untuk mendapatkan layanan dasar sosial juga semakin sulit di saat pandemic. Sehingga masyarakat kesulitan untuk memperoleh pangan berkualitas untuk gizi yang layak, layanan kesehatan dan pendidikan.

“Kualitas pelayanan yang baik timbul apabila harapan pasien akan pelayanan terpenuhi. Pandemi COVID-19 merupakan masalah kesehatan masyarakat secara internasional sehingga menimbulkan kekhawatir masyarakat terhadap akses atas layanan fasilitas kesehatan.” katanya.

Adanya pandemic COVID-19 ini menyebabkan berbagai kesulitan pada dunia Pendidikan. Adanya proses pembelajaran secara daring ini tak lepas dari pesatnya perkembangan teknologi informasi. Pandemi Covid-19 ke Indonesia pada pertengahan Maret 2020 membuat pemerintah meniadakan sementara pembelajaran tatap muka. Hal ini kemudian menimbulkan berbagai kendala.

Penetapan sekolah melalui daring ini menimbulkan banyak pro-kontra didalamnya. Bagi siswa dari kelas ekonomi menengah kebawah kebutuhan untuk memenuhi fasilitas belajar secara daring sangat berat, muali dari kuota internet hingga perangkat yang mendukung.
Kendala selanjutnya yaitu murid belum pernah mengalami budaya belajar secara daring karena selama ini murid telah terbiasa bertatap muka dengan gurunya.

Dengan adanya metode pempelajaran daring ini, membuat para murid dan guru untuk beradaptasi menghadapi perubahan ini.

Dampak yang juga di alami murid yakni asanya kejemuhan ketika sekolah diliburkan sebelum pandemic, mereka terbiasa berinteraksi social baik dengan teman-temannya maupun gurunya.

Ketika sekolah dipaksa diliburkan dengan jangka panjang, murid akan kehilangan jiwa sosialnya.(ama)