BPJS Kesehatan Gelar Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik 2021

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan Gelar Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik 2021

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar acara Media Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan tahun 2021, selama dua hari yang dimulai sejak Kamis sampai Jumat (28-29/10/2021) secara virtual.

Ratusan jurnalis dari berbagai media, baik media cetak, online maupun elektronik hadir dalam kegiatan workshop tersebut. Khusus Makassar, lokasi webinar dipusatkan di Hotel Claro Makassar. Workshop ini mengusung tema Tahun ke-8 Program JKN-KIS, Kian Inovatif di Era Disruptif.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia, Arif Syarifudin mengatakan, kegiatan webinar workshop ini diikuti sekitar 700 jurnalis dan seluruh duta BPJS Kesehatan se-Indonesia. Peserta mengikuti webinar melalui aplikasi zoom dan juga akun resmi youtube milik BPJS Kesehatan.

“Media massa memiliki peran penting sebagai sumber informasi dan berita terpercaya bagi seluruh masyarakat. Olehnya, untuk menyampaikan berita yang akurat tentang layanan kesehatan maka diperlukan pemahaman yang baik, bagaimana pelayanan dan penanganan kesehatan selama covid 19 oleh BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Keberhasilan program JKN-KIS, kata dia, tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak termasuk media. Karena itu, Arif menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para rekan-rekan media.

Sedangkan untuk lomba karya jurnalistik BPJS Kesehatan 2021, Arif menuturkan, lomba tersebut diikuti sebanyak 153 peserta dari berbagai massa yang ada di Indonesia. “Terima kasih kepada para jurnalis yang telah berpartisipasi serta dewan juri internal dan eksternal,” ucapnya.

Usai penganugerahan Lomba Karya Jurnalistik kepada para pemenang, dilanjutkan webinar dengan menghadirkan tiga narasumber. Yakni, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti sebagai keynote speaker. Lalu, Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi dan Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, dr. Pandu Riyono.(rif)

Pos terkait