Begini Kata Kasat Reskrim Soal Pria di Parepare Jadi Korban Salah Tangkap yang Dianggap Pelaku Begal

  • Whatsapp
Begini Kata Kasat Reskrim Soal Pria di Parepare Jadi Korban Salah Tangkap yang Dianggap Pelaku Begal
Kasat Reskrim Polres Parepare, Asian Sihombing saat Press Release pengungkapan kasus pelaku begal

PAREPARE, UPEKS.co.id – Seorang pria di Kota Parepare pada Kamis 14 Oktober 2021 lalu, diduga jadi korban salah tangkap. Kejadian berawal setelah beredarnya video di media sosial, yang terlihat seorang pengendara motor melakukan aksi kejar-kejaran dengan pelaku begal yang juga menggunakan sepeda motor dengan melawan arus.

Tak berselang lama, beredarnya kembali video di media sosial, dimana terlihat seorang pria yang berhasil diamankan petugas bersama sejumlah warga di Jalan Kelapa Gading.

Bacaan Lainnya

Ternyata, pria yang diamankan itu, merupakan korban salah tangkap, dianggap pelaku begal yang sebelumnya dikejar oleh pengendara motor yang viral di media sosial. Dalam video pria diamankan itu beberapa kali mendapat bogem mentah dari sejumlah warga.

Beruntung, petugas Brimob berhasil mengamankan pria yang salah tangkap tersebut ke Polsek Bacukiki. Sekitar pukul 01.24 dini hari, petugas dari Sat Sabhara Polres Parepare kemudian menjemput pria yang diduga salah tangkap itu ke Polres Parepare. Saat keluar dari Polsek Bacukiki yang dikawal oleh tiga anggota Sat Sabhara Polres Parepare, pria yang salah tangkap itu kembali mendapat bogem mentah dari warga. Petugas dari Sat Sabhara Polres

Parepare dengan cepat memasukkan pria yang diduga salah tangkap itu ke dalam mobil untuk menghindari amukan massa yang sudah dikepung di depan Polsek Bacukiki.

Setiba di Polres Parepare pukul 01.30 dini hari, pria tersebut kemudian digiring ke ruang SPKT Polres Parepare. Beberapa petugas dari kepolisian mulai mencurigai jika pria tersebut merupakan salah tangkap. Kurang lebih satu jam setelah pria (salah tangkap) tersebut diamankan, Tim Resmob Polres Parepare, mengamankan dua pria yang merupakan pelaku begal sesungguhnya, dimana salah satu pelaku begal yang diamankan itu, merupakan pelaku yang telah beraksi di Jalan Mattirotasi, dimana korbannya adalah bocah 11 tahun.

Saat dikonfirmasi terkait pria jadi korban salah tangkap itu, Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Asian Sihombing, membantah, bahwa berdasarkan hasil laporan oleh pihaknya pria tersebut bukan salah tangkap, hanya untuk menghindari amukan warga.

“Itu bukan salah tangkap, namun diamankan oleh warga karena ada kemungkinan..eee.. kemungkinan..dari..apa.. dari hasil..ee..anggota di lapangan bahwasanya untuk menghindari amukan warga, sehingga anggota di lapangan mengamankan yang bersangkutan (pria salah tangkap) dibawa ke SPKT,” jawabnya dengan panik kepada sejumlah awak media saat menggelar press release pengungkapan kasus begal, Selasa (19/10/2021).

Setelah diamankan beberapa lama di ruang SPKT Polres Parepare, dari informasi yang diterima, pria tersebut telah dikembalikan kepada keluarganya. Sekedar diketahui, pada Senin kemarin, Satreskrim Polres Parepare menggelar press release pengungkapan kasus begal.

Menurut Kasat Reskrim, kedua pelaku dihadiahi timah panas saat ingin melarikan diri dan melawan petugas saat dilakukan pengembangan. Kedua pelaku kini mendekam di ruang tahanan Polres Parepare. (AU)

 

Pos terkait