Waspada! Ada Akun WA Catut Nama Wabup Takalar dengan Modus Pembagian Bantuan Masjid

  • Whatsapp
Waspada! Ada Akun WA Catut Nama Wabup Takalar dengan Modus Pembagian Bantuan Masjid
Nomor akun WA yang digunakan pelaku mencatut nama Wabup Takalar, Achmad Dg Se're.

NomTAKALAR, UPEKS.co.id — Aksi penipuan yang mengatasnamakan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sering terjadi. Bila sebelumnya beberapa waktu lalu, kasus pencatutan nama pejabat terjadi di Pemkab Bulukumba, kali ini menimpa Wakil Bupati (Wabup) Takalar, Achmad Dg Se’re.

Akun Nomor WhatsApp (WA) yang mengatasnamakan diri sebagai orang nomor dua di Takalar itu ‘dijual’ untuk kepentingan pribadi. Mereka mengatasnamakan Achmad Dg Se’re untuk meminta sejumlah uang kepada korbannya. Motifnya, yakni penyaluran bantuan untuk tempat ibadah (Masjid).

Bacaan Lainnya

Waspada! Ada Akun WA Catut Nama Wabup Takalar dengan Modus Pembagian Bantuan Masjid

Wabup Takalar, Achmad Dg Se’re yang dikonfirmasi, mengaku baru mengetahui informasi terkait pencatutan namanya tersebut, Senin (6/9/2021).

“Saya baru tahu setelah ada korban yang melapor ke saya, bahwa sudah transfer uang sekian juta ke Sekretaris saya atas nama Robi Muladi. Padahal, saya tidak punya Sekretaris yang bernama Robi Muladi,” jelas Achmad Dg Se’re yang akrab disapa Ajjiku itu.

“Ada dua nomor WA yang dipakai pelaku untuk melakukan aksi penipuannya. Nomor WA 081285387323 ini mengatasnamakan saya. Satunya lagi, 087762206380 mengatasnamakan Sekretaris (ajudan) saya,” lanjutnya.

Waspada! Ada Akun WA Catut Nama Wabup Takalar dengan Modus Pembagian Bantuan Masjid

Lebih parah lagi, banyak yang mempercayai hal itu dan langsung mengirim sejumlah uang, pelaku, kata Achmad Dg Se’re, menyasar pengurus masjid sebagai targetnya.

Oleh karena itu, Ajjiku meminta agar warga tidak mudah percaya jika ada yang menghubungi dan mengatasnamakan dirinya maupun ajudannya.

“Jangan mudah percaya. Tolong sebarkan informasi ini sehingga tak ada lagi yang menjadi korban,” tandasnya.

Ajjiku mengaku bakal meminta penegak hukum untuk mencari dan melacak siapa pelaku dibalik nomor yang mengatasnamakan dirinya tersebut.

Ia meminta pelaku agar diproses sesuai aturan yang berlaku, pasalnya, tindakan pelaku telah merugikan banyak pihak, bahkan ada beberapa korban penipuan yang menggunakan tabungan masjid.(rif)